NEWS

Kesiapan Babel Ikut PON Papua, Ketua KONI: Kami Pembinaan, Anggaran Urusan Pemda

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Persiapan keikutsertaan Bangka Belitung dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua masih terkendala belum selesainya penetapan anggaran. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menyinggung belum adanya audiensi antara pihak KONI dengan gubernur membuat besaran anggaran belum bisa ditetapkan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KONI Bangka Belitung Elfandi mengatakan pihaknya sudah melakukan semua prosedur pengusulan anggaran KONI 2021 dan disetujui DPRD sebesar Rp 15,6 miliar dari usulan awal sebesar Rp 24 miliar.

“Kami posisinya masih menunggu berapa anggaran pastinya berapa.
Ada rumor anggaran KONI direfocusing tinggal Rp 13 M, lalu Rp 10 M, lalu Rp 7,5 M dan terakhir hanya Rp 5 M. Ini sangat aneh karena pernyataan resmi belum ada tapi rumor sudah dimana-mana,” ujar Elfandi kepada Lensabangkabelitung.com, Rabu, 24 Maret 2021.

Sesuai dengan Undang-undang Olahraga, kata Elfandi, KONI membantu pemerintah meningkatkan prestasi di bidang olahraga dengan status sebagai penerima hibah.

“Dispora yang tahu karena mereka yang memverifikasi, mereka yang tahu kondisi anggaran dan mereka yang mengajukan ke TAPD. Kami tidak diposisi untuk itu. Kami juga sudah paparan di Dispora. Jadi untuk apa Pak Harto membalik seperti itu. Namanya juga orang diberi, berapa pun dikasih kita terima dan tidak bisa menuntut lebih. Tugas kami pembinaan dan anggaran di pemerintah daerah,” ujar dia.

Menurut Elfandi, adalah salah posisi kalau persoalan tersebut menjadi permasalahan KONI. Dengan usulan yang disampaikan, kata dia, pada intinya KONI tidak mempermasalahkan berapa pun dana yang akan dialokasikan untuk PON.

“Mereka sering berstatemen dalam aturan dana hibah boleh dikasih boleh tidak. Itu bahasa mereka sendiri ya. Pengajuan anggaran sudah dari bulan Juli tahun kemarin. Kami hanya bisa berkomunikasi dan melakukan presentasi melalui Dispora. Karena selama ini Dispora menganggap mereka adalah perpanjangan tangan gubernur untuk menangani KONI. Itu statemen mereka. Mereka sering berkoar-koar bahwa gubernur sudah menunjuk Dispora untuk memverifikasi,” ujar dia.

Elfandi menuturkan untuk pertemuan dengan gubernur sedang diupayakan meskipun dalam aturan penerima dana hibah tidak mengharuskan melakukan itu. Dia mencontohkan KNPI yang juga sama sebagai penerima dana hibah tidak juga langsung ke gubernur.

“Kalau surat dan program sudah diajukan ke Dispora. Dispora sudah menyampaikan ke rapat pimpinan dan TAPD. Kami sudah terima sewaktu diputuskan KONI diberi Rp 15,6 M dan disetujui dewan. Tiba-tiba banyak rumor soal besaran dana KONI. Saya juga heran dan aneh. Saat ini memang sangat penting bagi kami untuk tahu berapa anggaran pasti untuk memudahkan kami menjalankan program mengingat proses sudah dilakukan semua,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button