LENSA POLITIKNEWS

Ini Kata Didit Tentang Tawaran Peminjaman Bangunan PDIP kepada MUI

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Memiliki agenda silaturahmi kepengurusan DPD PDIP Bangka Belitung ke beberapa kantor organisasi keagamaan, menimbulkan kesan tersendiri bagi pengurus partai berlogo banteng moncong putih itu. Terutama, saat beberapa bulan lalu, bertandang ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Babel. Menempati bangunan ruko sempit yang dijadikan kantor, keberadaannya dianggap kurang representatif bagi organisasi sebesar MUI.

Maka, saat pembicaraan berlangsung antara pengurus MUI dengan pengurus DPD PDIP Babel, tawaran bagi MUI untuk memanfaatkan aset bangunan milik PDIP pun terlontar.

“Niat kita saat itu, menawarkan mau tidak MUI menggunakan kantor kita, karena kantor kita akan pindah ke lokasi baru. Dari pada tidak dipakai, jadi mubazir. Jadi kami tawarkan,” ujar Ketua DPD PDIP Babel Didit Srigusjaya, Senin malam, 1 Maret 2021 kepada Lensabangkabelitung.com.

Sebelumnya, Didit menegaskan kalau kunjungan silaturahmi PDIP tak eksklusif hanya ke MUI saja. Tapi, dilakukan juga ke organisasi keagamaan lainnya. PDIP sudah bersilaturahmi ke sekretariat NU, Muhammadiyah, MUI, LDII dan sempat pula bertemu alumni-alumni dari Pondok Pesantren Gontor yang ada di Bangka Belitung. Kunjungan ke Sekretariat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) juga dilakukan.

“Saat diskusi di MUI, ada usulan untuk meminjamkan kantor untuk dipakai jadi Sekretariat MUI Babel. Mereka saat ini sewa. Masa organisasi sebesar MUI, kantornya ngontrak dan kurang representatif,” ujar Didit.

Atas tawaran dari PDIP itu, gayung pun bersambut. MUI melalui Ketuanya Zayadi, menerima tawaran tersebut.

Berkaitan dengan penerimaan oleh MUI itu, menurut Didit, PDIP pun menggelar rapat dengan melibatkan kspengurusan DPD dan seluruh DPC. “Hasilnya DPD dan seluruh DPD PDIP mempersilakan bagi MUI untuk menggunakan kantor lama kita. Kita persilakan, tanpa adanya uang kontrak maupun perjanjian apapun. Ini murni untuk membantu,” ujar Didit.

Tentang peminjaman kantor yang dikhawatirkan dapat mengganggu independensi MUI, Didit menegaskan kalau PDIP sama sekali tidak akan melakukan intervensi kepada MUI.

“Ini hanya agar MUI memiliki sekretariat sendiri, agar tidak ngontrak lagi. Apa salahnya kalau kami meminjamkan mereka kantor?” tutur Didit.

Agar tak terlanjur menjadi polemik, Didit mengimbau kepada kawan-kawannya dari partai lain di Bangka Belitung, agar turut segera untuk membantu MUI.

“Ayo kawan-kawan yang keberatan, itu segeralah bantu MUI. Itu peletakan batu pertama tidak ada kelanjutan,” ujar dia.

Dikatakannya, dua tahun lalu sudah ada rencana membangun kantor MUI Babel dan bahkan sudah dilakukan peletakan batu pertama. Namun, hingga kini sama sekali tak terlihat bangunan yang dimaksud.

“Apakah salah, kalau kemudian kami meminjamkan kantor kami untuk MUI. Kalau kami dianggap salah, kami meminta maaf. Kami tidak punya niat, selain untuk membantu,” tutur Didit Srigusjaya.

Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button