BANGKA SELATANLENSA DAERAHLENSA EKONOMILENSA KRIMINALNEWS

Diserobot Oknum Masyarakat Dari Toboali, Lahan Sawah Mentukul Milik Sah Warga Serdang

Lensabangkabelitung.com, Toboali– Puluhan masyarakat Desa Serdang mendatangi Kantor Camat Toboali Kabupaten Bangka Selatan. Kedatangan puluhan masyarakat untuk melakukan musyawarah terkait dengan lahan persawahan di daerah Mentukul Desa sedang yang telah diduduki beberapa warga Toboali.

Kepala Desa Serdang Apendi mengatakan lahan persawahan telah dicetak pada 2016 lalu dan telah dibagi kepada masyarakat yang ada di Desa Serdang. Selain itu telah dibentuk juga Gapoktan dan kelompok tani di lahan yang diduduki warga dari Toboali.

“Lahan itu telah dibagi kalau tidak salah kurang lebih dua hektar perwarga, luas lahan yang dicetak pada tahun 2016 kurang lebih 738 hektar dengan jumlah kelompok taninya 23,” kata Apendi kepada wartawan usai melakukan musyarawah dengan penggarap lahan yang difasilitasi oleh Camat Toboali, Selasa, 2 Maret 2021.

Ia menuturkan, pihaknya tidak mengetahui berapa luas lahan sengketa yang telah diduduki oleh beberapa warga Toboali tersebut. Namun kata dia, lahan sawah tersebut sempat diolah oleh masyarakat untuk dilakukan penanaman padi dengan sistem pengolahan lahan dengan cara dibakar.

“Warga Toboali yang menduduki lahan itu, kalau jumlah hektarnya yang diduduki kita sama sekali tidak tahu, karena mereka tidak ada konfirmasi ataupun izin dengan kami. Yang jelas pada 2016 lahan itu sempat diolah namun karena mengolah dengan cara dibakar dan ternyata tidak dibolehkan, maka hanya beberapa masyarakat saja yang menanam. Karena kalau mengolah lahan dengan alat berat masyarakat tidak ada biaya,” ujar dia.

Apendi memastiian, jika lahan sawah yang diduduki atau digarap oleh beberapa warga Toboali ini merupakan lahan sawah milik masyarakat Desa Serdang, dibuktikan dengan batas wilayah, yang telah ditentukan, dibuktikan dengan peta serta dilakukan pemungutan pajak PBB kepada masyarakat yang ada di situ pada tahun 1990.

“Laporan masyarakat yang melaporkan kepada kami, mereka mulai menduduki lahan tersebut awal tahun 2021 ini. Secara batas wilayah, peta lahan tersebut milih masyarakat desa Serdang. Untuk itu masyarakat minta jika lahan tersebut milik mereka,” ujar dia.

Sementara itu, Camat Toboali, Sumindar mengatakan, musyawarah antara kedua belah pihak merupakan tindak lanjut dari kelanjutan masyarakat desa Serdang terkait anggapan semacam analisis sementara ada yang mengklaim bahwa lahan sawah yang digarap oleh beberapa masyarakat dari wilayah Toboali merupakan milik masyarakat Serdang.

“Masyarakat Serdang merasa mengakui lahan tersebut karena mereka pernah mengajukan proposal cetak lahan pada Dinas Pertanian, setelah dicetak kemudian disampaikan kepada BPN untuk dibuat redistribusi lahan. Sehingga mereka pengakuannya diperkuat dengan adanya sertifikat yang sudah keluar dari BPN program redistribusi PTSL,” ujar dia.

Ia menuturkan, hasil musyawarah pada hari ini, kedua belah pihak ingin duduk bersama untuk menyelesaikan masalah tersebut. Jangan sampai ada pihak-pihak yang dirugikan termasuk pihak yang menggarap lahan dan juga masyarakat yang merasa mempunyai surat.

“Dalam waktu dekat saya dengan perwakilan pihak penggarap akan silaturrahmi dengan masyarakay desa Serdang agar masalah bisa selesai. Kita berharap lahan yang arealnya dibelakang dusun tanget tersebut bisa menjadi area baru untuk produksi pertanian atau ketahanan pangan Bangka Selatan,” ujar dia.

Penulis : Rusdi | Editor : Servio M

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button