NEWS

Angka Kematian Akibat Covid–19 di Bangka Belitung Diklaim Menurun

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Sejak awal dilaksanakan vaksinasi pada Januari 2021 lalu, angka kesakitan dan kematian yang disebabkan oleh Covid–19 diklaim mengalami penurunan. Saat ini hanya beberapa pasien Covid–19 saja yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Hal di atas, disampaikan langsung oleh Dokter Intan Medika, dr Hendry Jan kepada wartawan pada saat pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) berlangsung yang diselenggarakan oleh Universitas Prof Dr Moestopo, di Hotel Santika Pangkalpinang, pada Sabtu, 20 Maret 2021.

“Kalau angka pasti ada di Dinas Kesehatan,” kata Hendry singkat kepada Lensabangkabelitung.com saat dikonfirmasi mengenai persentase penurunan tersebut.

Adapun tentang vaksinasi, dikatakannya efikasi atau tingkat kemanjuran vaksin tidak sampai 100 persen saat disuntik pada tubuh manusia. Namun, walau efikasi di kisaran 70 persen, telah dapat membentuk kebebalan kelompok masyarakat atau disebutkannya herd imunity.

“Tujuan dari vaksinasi ini ialah membentuk kebebalan kelompok, menurunkan angka kematian, terbukti sejak mengaplikasikan vaksinasi banyak ruang ICU yang kosong, paling tidak masih ada beberapa isolasi mandiri, dan meningkatkan produktifitas sosial untuk berekonomi,” jelasnya.

Agar kebijakan vaksinasi Covid–19 ini berjalan dengan baik, sambung Hendry bahwa pemerintah pusat telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Peraturan Menteri Nomor 84 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019.

Di mana sesuai amanah nomenklatur di atas telah diaplikasi di antaranya melaksanakan pelatihan bagi vaksinator terhadap seribu tenaga kesehatan se–Indonesia. Dan telah mengadakan 150 juta dosis Vaksin Covid–19 di 2021, tahun ini dibagikan per fase.

“Tahun ini berjalan dengan baik sesuai jumlah yang ditargetkan pemerintah sesuai fase. Di fase pertama sebanyak 1,3juta vaksin, fase kedua 17,4 juta vaksin, fase ketiga 21,5 juta vaksin dimana ditargetkan pada masyarakat yang rentan terpapar seperti guru dan pedagang,” ujarnya.

Selain itu, peraturan– lperaturan di atas untuk memastikan bahwa program vaksinasi di Indonesia ditangguh oleh negara atau tidak dipasang tarif oleh pemerintah, maka secara tidak langsung vaksinasi diberikan secara gratis dan tidak untuk dijualbelikan.

Penulis: Mohammad Rahmadhani | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button