BANGKA SELATANLENSA DAERAHLENSA EKONOMINEWS

Operasionalkan PIP, CV GAM Ternyata Tidak Memberi Kompensasi ke Nelayan

Lensabangkabelitung.com, Toboali– Aktivitas penambangan Ponton Isap Produksi (PIP) yang diduga milik CV Gemilang Abadi Makmur (GAM) yang beroperasi di Kampung Nelayan Toboali Kabupaten Bangka Selatan tidak memberikan kompensasi kepada masyarakat setempat.

Hal itu dikatakan langsung oleh Ketua RT 01 RW 02 Kampung Nelayan Toboali Samsul usai melakukan mediasi kepada perwakilan PT Timah dan pihak kepolisian di posko pengamanan pengoperasian PIP.

“Operasi PIP CV GAM  ini dan beberapa CV lainnya harusnya di RK Kampung Padang. Namun mereka ini menambang di kampung nelayan. Sejak awal mereka sudah beroperasi di kampung nelayan tapi tidak memberikan kompensasi sepeser pun kepada masyarakat nelayan,” kata Samsul kepada wartawan, Rabu, 24 Februari 2021.

Ia menuturkan, akibat aktivitas penambangan yang dilakukan tersebut, menimbulkan gejolak di masyarakat dimana masyarakat nelayan menuntut masalah kompensasi karena PIP yang melakukan aktivitas penambangan di Kampung Nelayan.

“Tuntutan masyarakat nelayan tidak banyak, mereka hanya menuntut masalah kompensasi. Misalkan kompensasi itu 10 persen, setengahnya atau empat persen dari kompensasi itu masuk ke masyarakat nelayan. Tapi selama satu bulan ini tidak ada kompensasi yang diberikan oleh pihak CV,” ujar dia.

Samsul mengungkapkan, jika kompensasi itu diberikan oleh pihak CV yang melakukan aktivitas di Kampung Nelayan maka tidak akan timbul gejolak di masyarakat. Untuk itu masyarakat meminta kepada pihak CV untuk menggeser PIP yang beroperasi di Kampung Nelayan.

“Kalau kompensasi itu dibayar selama ini mungkin tidak akan ada timbul gejolak di masyarakat. Dan sudah sah-sah mereka beroperasi di Kampung Nelayan. Kalau kompensasi itu dibayar maka tidak akan ada gejolak,” ujar dia.

Ia menambahkan, saat ini ada empat CV yang beroperasi yang di Kampung Nelayan rutin menerima kompensasi yang diberikan oleh pihak perusahaan setiap minggunya.

“Kalau empat CV yang beroperasi wilayah Nelayan kompensasinya lancar masuk ke masyarakat nelayan. Untuk yang pertama mendapat Rp 550 ribu perbubung rumah dengan total 170 bubung rumah. Minggu kedua Rp 400 ribu+5 kg beras dan minggu kemarin Rp 650 ribu. Dan ini lumayan untuk membantu masyarkat, apalagi CV GAM yang tadi membayar kompensasi mungkin masyarakat bisa menerima lebih,” ujar dia.

Sementara itu, pihak CV GAM, Johan yang merupakan penasehat dari perusahaan saat coba dikonfirmasi media ini melalui sambungan telepon dan via pesan WhatsApp belum memberikan jawaban hingga berita ini ditulis.

Penulis : Rusdi | Editor : Servio M

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button