BELITUNGNEWS

HOT NEWS: KLHK Segel Area Pembangunan SPBE Juru Seberang

Lensabangkabelitung.com, Belitung – Proyek Pembangunan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) dari yang berada di Desa Juru Seberang Kabupaten Belitung resmi dihentikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Sumber Lensabangkabelitung.com mengatakan proyek dari PT Bukit Intan Sejahtera (BIS) tersebut tidak diperbolehkan lagi melanjutkan pembangunan di kawasan tersebut.

“Iya sudah dilarang membangun apapun dikawasan tersebut. Kenapanya langsung tanya ke yang berwenang,” ujar sumber tersebut, Jumat malam, 12 Februari 2021.

Disegelnya pembangunan SPBE dikawasan hutan mangrove tersebut dilakukan dengan pemasangan plang oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia pada Jumat, 12 Januari 2021 yang menerangkan bahwa dilarang untuk melakukan kegiatan apapun dalam area tersebut.

“Areal ini dalam proses pengajuan hukum lingkungan hidup atas dugaan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan/atau perizinan lingkungan hidup,” kalimat yang tertulis dalam plang KLKH RI itu.

Kemudian, di bagian bawahnya tertera peringatan: “Dilarang melakukan apapun didalam area ini”.

Juga, disertai ancaman pasal bagi yang melanggar. “Barangsiapa dengan sengaja memutuskan, membuang atau merusak penyegelan suatu barang oleh atau atas nama penguasa umum yang berwenang, atau dengan cara lain menggagalkan penutupan dengan segel, diancam dengan pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan,” begitu kalimat yang tertera pada bagian terbawah papan pemberitahuan tersebut.

Sebelumnya, Pembangunan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Juru Seberang Kabupaten Belitung menimbulkan polemik sebab telah membabat kawasan hutan mangrove. Kawasan yang tadinya menghijau, rimbun oleh hutan mangrove, berganti hamparan timbunan tanah puru dan bangunan.

Berdasarkan info yang diterima sebelum dilaksanakan penyegelan oleh KLHK sudah menurunkan tim terlebih dahulu untuk melakukan pengecekan di kawasan Mangrove Desa Juru Seberang pada tanggal 21 Januari 2020 lalu.

Saat ini Lensabangkabelitung.com masih mengupayakan konfirmasi penyegelan kawasan Mangrove tersebut ke pihak Direktorat Jenderal Penegakan Hukum KLHK. Direktur Jenderal Gakkum KLHK, Rasio Ridho Sani saat dihubungi masih belum menjawab upaya konfirmasi yang disampaikan melalui pesan WhatsApp maupun sambungan telepon.

Penulis: Rizky Sadewa

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button