NEWSPANGKALPINANG

Dengar Keluhan PHRI, Wali Kota Pertimbangkan Soal Keringanan Pajak

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Adanya hoax yang secara sistematis menyebutkan Kota Pangkalpinang berada pada zona hitam pandemi Covid-19, ikut menurunkan angka kunjungan tamu di hotel-hotel yang ada di Kota Pangkalpinang. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Pangkalpinang pun menyampaikan keluh kesahnya, di saat terjadi penurunan tingkat okupansi itu.

Ketika bersilaturahmi kepada Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil beberapa hari lalu, pengurus PHRI berharap di saat situasi okupansi hotel yang turun ini, dapat diikuti dengan serangkaian kebijakan solutif dari Pemerintah Kota Pangkalpinang. Salah satunya, meminta keringanan pajak.

Maulan Aklil mengatakan, di masa situasi pandemi Covid-19 saat ini, semangat kebersamaan untuk membangun daerah, harus diutamakan. Hoax harus ditangkal, karena dapat merugikan semua masyarakat.

“Kebersamaan kita adalah hal yang paling penting untuk menangkal berita hoax, berita yang tidak benar. Adanya hoax zona hitam dapat membuat rasa khawatir wisatawan untuk datang ke daerah kita,” ujar Molen, Kamis, 25 Februari 2021.

Dikatakan Molen, dengan kebersamaan saling bergandengan tangan adalah salah satu strategi dalam menghidupkan kembali perekonomian Pangkalpinang. Dia pun memahami kesulitan yang dialami para pelaku usaha perhotelan yang saat ini dilanda sepi hunian.

“(Tentang keringanan pajak), tentu ini akan kita pertimbangkan,” ujar Molen.

Dirinya pun berharap hotel dan restoran dapat bergairah kembali. “Kita saling mendukung, baik PHRI dan Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk mendukung agar hotel dan restoran bisa survive kembali,” ujar dia.

Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button