NEWS

Aliansi Jurnalis Independen Persiapan Kota Pangkalpinang Resmi Dideklarasikan

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Persiapan Kota Pangkalpinang resmi dideklarasikan melalui zoom meeting oleh Ketua Umum AJI Indonesia Abdul Manan setelah beberapa waktu menjadi biro yang menginduk pada AJI Palembang.

Selain Abdul Manan, deklarasi AJI Persiapan Kota Pangkalpinang dihadiri juga oleh Sekjen AJI Indonesia Revolusi Riza, Korwil AJI Wilayah Sumatera Hendra Makmur, Wakil Korwil AJI Sumatera Yoso Mulyawan serta Ketua AJI dari berbagai kota di Indonesia pada Kamis Malam, 18 Februari 2021.

Ketua Umum AJI Indonesia Abdul Manan memberi apresiasi dan mengaku senang dengan bertambahnya organisasi AJI di wilayah Sumatera.

“Deklarasi AJI Persiapan Kota Pangkalpinang layaknya seperti bayi yang baru dilahirkan, tentunya kita menyambut baik setiap kelahiran, merasa bahagia,” ujar Abdul Manan.

Menurut Abdul Manan, AJI sebagai organisasi tidak hanya mengejar kuantitas anggota namun lebih menitik beratkan pada kualitas lantaran harus benar-benar menjaga panji-panji berikut kode etik jurnalistik dan kode etik AJI.

“Salah satu prinsip kode etik yang harus dipatuhi anggota AJI, larangan menerima amplop. Syarat tersebut, bisa dibilang cukup berat menjadi anggota AJI. Namun tidak hanya itu saja, para jurnalis yang tergabung dalam AJI juga harus berkiprah dengan tulisannya yang bisa membawa perubahan bagi para pembaca atau masyarakat,” ujar dia.

Menurut Abdul Manan, tantangan yang dihadapi AJI Persiapan Pangkalpinang cukup berat karena pengurus harus mampu menjalankan roda organisasi dengan baik dan belajar menjalankan program sendiri.

“Sudah deklarasi dan pasang papan plang AJI di sekretariat, selanjutnya tidur-tiduran saja. Tidak bisa begitu, pengurus harus membuat program kerja,” ujar dia.

Dikatakan Abdul Manan, ada beberapa program utama yang menjadi fokus AJI dan itu perlu dijalankan oleh pengurus AJI Persiapan Pangkalpinang. Pertama, penguatan kapasitas dan profesionalitas anggota. Kedua, lebih mengenalkan AJI kepada publik luas dengan aktif dalam perjuangan kebebasan pers. Ketiga, meningkatkan kemampuan pengurus dalam pencarian dana yang sesuai dengan ketentuan AD/ART dan Peraturan Organisasi AJI. Aturan AJI melarang kerjasama dengan perusahaan tambang karena merusak lingkungan. Menerima pendanaan dari pemerintah juga belum diperbolehkan.

“Provinsi Bangka Belitung terkenal sebagai daerah tambang dan perkebunan. Ini tentunya butuh perhatian khusus dalam pencarian dana. Memang tidak mudah. Tapi kami yakin teman-teman bisa. Nanti teman-teman bisa belajar dari AJI Kota Palembang,” ujar dia.

Sementara itu, Sekjen AJI Revolusi Riza mengatakan, keberadaan AJI Persiapan Kota Pangkalpinang merupakan hal yang positif, apalagi Kota Pangkalpinang merupakan Ibukota Provinsi Bangka Belitung.

“Sudah selayaknya AJI hadir di Kota Pangkalpinang. Dengan deklarasi ini, AJI Persiapan Kota Pangkalpinang tidak lagi menginduk ke AJI Kota Palembang. Kita harapkan kehadiran AJI di Kota Pangkalpinang bisa memberikan warna dan dinamika tersendiri,” ujar dia.

Sebelumnya anggota AJI Persiapan Kota Pangkalpinang yang berjumlah 23 orang sudah membentuk kepengurusan. Kepemimpinan perdana dipercayakan kepada Barliyanto yang sebelumnya merupakan Koordinator AJI Biro Kota Pangkalpinang, sekretaris dijabat Teddy Malaka dan bendahara oleh Rusaida.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button