Cheap MLB Jerseys PayPal
Ada Keraguan Verifikasi RKAB Smelter Timah, Competent Person Dituntut Profesional | Lensa Bangka Belitung
NEWS

Ada Keraguan Verifikasi RKAB Smelter Timah, Competent Person Dituntut Profesional

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Persetujuan Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) sejumlah perusahaan peleburan (smelter) timah di Bangka Belitung mendapat pertanyaan publik usai diketahuinya ada smelter yang mendapatkan kuota ekspor cukup besar namun diduga memiliki wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang kecil. Selain itu ada juga smelter yang baru membuka tambang dan dalam keadaan tutup tapi sudah melakukan ekspor.

Terkait hal tersebut, Praktisi Pertambangan Bangka Belitung Teddy Marbinanda mengatakan aturan adanya verifikasi Competent Person Indonesia (CPI) dalam persetujuan RKAB sudah tepat. Namun dalam pelaksanaan dinilai ada yang kurang sesuai harapan.

“Apa yang sudah ada dalam aturan itu sudah bagus. Tapi dalam pelaksanaannya mengapa bisa terjadi seperti itu. Kalau mau melakukan verifikasi, seharusnya tim verifikasinya itu yang diverifikasi duluan. Layak tidak mereka memverifikasi para CPI ini. Jangan mentang-mentang dengan jabatan dan kedudukan kemudian langsung memverifikasi CPI,” ujar Teddy kepada wartawan, Kamis, 18 Februari 2021.

Menurut Teddy, hasil verifikasi RKAB yang dikeluarkan CPI memiliki konsekuensi yang luar biasa. Sebagai seorang profesional, kata dia, CPI memiliki tanggung jawab penuh terhadap produk data yang mereka hasilkan.

“Jangan sampai nanti pemda dalam hal ini dinas ESDM selaku regulator atau yang melaksanakan aturan malah menjadi pihak yang mencoba untuk bermain-main dengan aturannya sendiri.

Dengan kuota ekspor besar sementara luasan IUP kecil, kata Teddy, dasar persetujuan RKAB dan verifikasinya menjadi tidak jelas. Seharusnya, kata dia, verifikasi RKAB oleh CPI punya perhitungan dari mulai kapasitas produksi yang dimiliki hingga perangkat produksi.

“Kalau cadangan, tidak semata-mata luas. Luas pun kalau data cadangan tidak banyak kemudian kemampuan produksi berdasarkan perangkat produksi tidak bisa mencapai seharusnya tidak bisa mereka memasang target tinggi atau terlalu muluk,” ujar dia.

Teddy menuturkan terkadang sudah setengah mustahil dengan angka kuota ekspor jika melihat kapasitas produksi dengan perangkat yang ada.

“Tapi balik lagi ke manusianya yang meloloskan barang ini entah metode apa perhitungannya. Dalam rapat RKAB terjadi nego itu biasa. Artinya bukan nego dalam hal angka yang diloloskan. Tapi terhadap rencana produksi. Artinya kita harus bisa mempertahankan karena kita memasang angka seperti ini ataupun apa target produksi berdasarkan hal yang jelas. Bukan berdasarkan pertimbangan yang lain, bukan lobi-lobi, atau kedekatan atau tekanan,” ujar dia.

Dengan menjunjung tinggi profesionalisme masing-masing, kata Teddy, ke depan akan lebih baik lagi tata kelola pertambangan yang ada di Bangka Belitung.

“Untuk pemerintah daerah dalam mengecek RKAB hasil verifikasi CPI harus mutlak dan final. Walaupun aturan terkait pertambangan ada di pusat, perpanjangan ada di daerah. Ini disadari betul oleh kawan-kawan di daerah dan pengusaha. Posisi tawar yang dimiliki oleh para tim penguji RKAB maupun yang mengajukan RKAB jangan sampai terjadi kongkalikong karena terkait kuota ekspor,” ujar dia.

Teddy menambahkan alasan pemerintah daerah yang menyalahkan CPI yang melakukan verifikasi kalau ada persoalan tidak bisa diterima begitu saja. Laporan yang tidak sesuai, kata dia, bisa saja dilakukan uji keabsahan langsung di lapangan kalau meragukan.

“Tinggal tergantung good will dari verifikator karena barang ini kita sama-sama tahu hasil tambang ini tidak bisa diperbaharui. Jadi jangan semena-mena terhadap cadangan yang kita miliki, terhadap pengelolaan, terhadap lingkungan yang terdampak dari pertambangan itu sendiri. Kalau tidak bisa dipertanggungjawabkan dari sekarang, kedepan akan hancur daerah ini. Mental SDM harus diperbaiki. Peraturan sudah bagus tapi mental aparatur dan mental pelaku bisnisnya masih jauh,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply


Back to top button