BANGKA SELATANLENSA DAERAHLENSA EKONOMILENSA OTOMOTIFLENSA POLITIKNEWS

Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor Bangka Selatan Lampaui Target

Lensabangkabelitung.com, Toboali– Penerimaan pajak kendaraan bermotor (PKB) di Unit Pelaksana Teknis Bakeuda (UPTD) Samsat Kabupaten Bangka Selatan selama tahun 2020 mencapai Rp 18.187.780.875,- atau sekitar 109,01 persen.

Kepala UPTD Samsat Bangka Selatan, Benny Helmi mengatakan realiasi penerimaan PKB selama tahun 2020 telah melebihi target yang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 16.685.226.100,-. 

“Untuk penerimaan pajak kendaraan bermotor dan juga APT kita kita sudah memenuhi atau mencapai target yang telah ditetapkan. Namun ada beberapa yang tidak mencapai target yakni denda PKB, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) dan juga Denda BBN-KB,” ujar Benny kepada Lensabangkabelitung, Selasa, 19 November 2021.

Lebih rinci Benny menyebutkan, untuk denda PKB selama tahun 2020 terealisasi sebesar Rp 574.607.625,- atau sekitar 53,32 persen dari target sebesar Rp 1.077.573.800,-.

Sedangkan untuk realisasi penerimaan dari BBN-KB sebesar Rp 8.446.852.500,- atau sekitar 83,58 persen dari target sebesar Rp 10.106.709.600,-. Kemudian untuk realisasi dari denda BBN-KB sebesar Rp 31.420.500,- atau sekitar 35,17 persen dari target sebesar Rp 89.346.800,-.

“Secara keseluruhan target penerimaan pajak pada tahun 2020 telah melebihi setengahnya atau 50 persen dari target yang ingin kita capai, kecuali realisasi dari denda BBN-KB yang hanya mencapai 35,17 persen dari target yang ditetapkan,” ujar dia.

Ia mengungkapkan, secara keseluruhan realisasi penerimaan pajak daerah pada UPT Bakeuda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung wilayah Kabupaten Bangka Selatan, Samsat Toboali tidak mencapai target.

“Secara keseluruhan target kita tidak tercapai. Total target penerimaan kita pada tahun 2020 sebesar Rp 28.128.103.400,-. Sedangkan yang terealisasi sebesar Rp 27.413.252.550,- atau sekitar 97,46 persen,” ujar dia.

Ia menambahkan, tidak tercapai target pada tahun 2020, disebabkan karena kondisi ekonomi masyarakat akibat terdampak pandemi Covid-19.

Penulis : Rusdi | Editor : Servio M

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button