LENSA POLITIKNEWS

Hidayat Arsani Minta Erzaldi Berhenti Jatuhkan Pihak yang Tidak Disukai

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Mantan Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani mengecam keras pernyataan Gubernur Erzaldi Rosman soal zona hitam pada Kota Pangkalpinang. Menurut Hidayat, pernyataan itu kental bernuansa politis yang bertujuan untuk menjatuhkan kredibilitas pihak yang tidak disukai.

“Saya baca juga itu pernyataannya, katanya kita ini zona hitam, khusus Pangkalpinang. Saya berharap kepada gubernur, adinda saya Erzaldi, bicara itu harus proporsional, secara akademis dan data. Saya ini juga pernah menjadi wakil gubernur dan pernah memimpin negeri ini. Apa benar Pangkalpinang ini zona hitam, dari mana dapat datanya?” ujar Hidayat Arsani, Sabtu, 9 Januari 2021.

Dikatakan dia, atas munculnya pernyataan Erzaldi Rosman soal zona hitam pada Kota Pangkalpinang telah menimbulkan kepanikan di masyarakat.

“Jangan membuat sesat. Masyarakat Pangkalpinang ini ketakutan dengan statement Pak Gubernur seolah-olah kita ini sudah hitam. Karena hitam itu sudah berat, matinya sekian-sekian tiap harinya,” kata Hidayat.

Hidayat Arsani juga meminta Gubernur Babel untuk tidak menunjukkan konflik dan ketidaksukaannya kepada Wali Kota Pangkalpinang secara terbuka.

“Walaupun Anda tidak suka kepada Wali Kota, Anda harus ingat, Wali Kota itu anak buah Anda. Anda jangan rugikan masyarakat,” tandasnya.

Kepada masyarakat luas, Hidayat Arsani meminta agar jangan panik, dengan tetap beraktivitas dan mengedepankan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, menggunakan masker, dan menghindari kerumunan.

“Masyarakat tetap melaksanakan perintah pemerintah melalui Bapak Presiden Jokowi yang 3M itu,” ujarnya.

Atas adanya pernyataan gubernur soal zona hitam itu, Hidayat Arsani pun mengingatkan adanya implikasi yang ditimbulkan.

“Pernyataan itu harus dipertanggungjawabkan dunia akhirat dan secara hukum. Artinya, kalau benar-benar hitam, Saudara Gubernur harus bisa membuktikan ‘ini datanya lho, dari sekian juta masyarakat, ini korbannya’. Tapi kalau tidak ada, ini bisa ke pidana. Artinya, masyarakat bisa larinya ke class action,” tutur dia.

Hidayat Arsani juga mengingatkan Gubernur Erzaldi agar tak membuat tindakan blunder yang dapat merugikan diri sendiri dan masyarakat.

“Jangan lagi dikatakan orang gubernur ngerapik. Cukup sampai di sini kata-kata ngerapik itu,” ujar Hidayat.

“Pak Erzaldi ini kan orang pintar, orang hebat, pendidikannya S3. Jangan bicaranya seperti yang bukan akademis, bicara seperti di warung kopi. Bicaralah yang bijak,” tambahnya.

Sebagai orang yang pernah memimpin Babel dengan jabatan wakil gubernur, Hidayat Arsani juga menasehati Erzaldi Rosman agar tak membangun konfrontasi dengan para pemimpin daerah yang ada di tujuh kabupaten/kota di Babel.

“Tidak ada lagi permasalahan dengan bupati dan wali kota. Mari kita fokus ekonomi, kita fokus menyelesaikan Covid-19,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Erzaldi Rosman masih belum menjawab konfirmasi yang diminta atas adanya lontaran yang disampaikan mantan Wakil Gubernur Babel tersebut.

Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button