BANGKA SELATANLENSA DAERAHLENSA NASIONALNEWS

Disdukcapil Bangka Selatan Terbitkan 17.900 E-KTP Selama 2020

Lensabangkabelitung.com, Toboali– Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bangka Selatan selama tahun 2020 telah menerbitkan sebanyak 17.900 Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Bangka Selatan Benny Supratama mengatakan selama tahun 2020 pihaknya menerima blangko E-KTP dari Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri tidak secara langsung seluruhnya. Namun blangko tersebut, kata dia, diberikan secara bertahap.

“Sesuai dengan catatan pada Oktober 2020, kita menerima sebanyak 12.900 blangko ditambah pada Desember 2020 sebanyak 6.000 blangko sehingga total keseluruhan yang kita terima sebanyak 18.900 blangko. Dan yang sudah kita terbitkan sebanyak 17.900 KTP elektronik. Sehingga masih ada sisa sebanyak 1.000 blangko,” ujar Benny kepada wartawan, Senin, 25 Januari 2021.

Ia menuturkan, 1.000 blangko yang tersisa akan digunakan untuk mencetak KTP-el bagi masyarakat di tahun ini. Jika memang ketersediaan blangko mulai menipis, kata Benny, maka pihaknya akan kembali mengajukan kepada Ditjen Dukcapil.

Benny mengungkapkan, blangko KTP-el yang diterbitkan selain dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pencetakan KTP baru namun juga dimanfaatkan untuk perubahan elemen data masyarakat.

“Kalau untuk blangko ini selama 2020 didominasi oleh perubahan elemen data penduduk seperti misalnya ada yang mengganti status pernikahan karena telah menikah, yang misalnya pindah jiwa atau pindah domisili sehingga harus memperbaharui KTP-el nya dan ada juga yang misalnya mengganti status pekerjaan,” ujar dia.

Ia menambahkan, selama masa pandemi Covid-19, pelayanan pada Disdukcapil tetap dibuka namun dengan tetap menerapkan protokoler kesehatan seperti menggunaa masker, mencuci tangan dan juga menjaga jarak demi mencegah penyebaran Covid-19.

“Jika ada masyarakat yang ingin melakukan kegiatan di bagian pelayanan yang berkaitan dengan administrasi kependudukan harus mematuhi protokol kesehatan. Kami juga membatasi warga yang didalam ruangan maksimal empat orang saja sementara yang lainnya menunggu di luar ruangan,” ujar dia.

Penulis : Rusdi | Editor : Servio M

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button