Cheap MLB Jerseys PayPal
Aktivis Lingkungan Kesal, Penambangan Ilegal di Sungai Manggar Seolah Kebal Hukum | Lensa Bangka Belitung
BELITUNG TIMURNEWS

Aktivis Lingkungan Kesal, Penambangan Ilegal di Sungai Manggar Seolah Kebal Hukum

Lensabangkabelitung.com, Belitung Timur – Berperahu menyusuri aliran Sungai Manggar, Belitung Timur, Yudi Senga kesal. Suaranya meninggi. Anggota Forum Daerah Aliran Sungai (ForDAS) Belitung Timur itu, tak habis pikir, kok bisa kegiatan penambangan ilegal yang membabat hutan mangrove bisa berjalan lancar, seolah bukan suatu pelanggaran hukum.

Jumat siang, 22 Januari 2021, Yudi yang kerap menyuarakan kepeduliannya pada lingkungan, mendapati rusaknya areal mangrove. Pemandangan pinggir sungai yang mestinya hijau oleh mangrove, berganti oleh penampakan mangrove yang dipaksa meranggas. Dedaunannya mencoklat, yang menandakan pohon itu telah dibuat mati.

Yudi yang siang itu menyusuri sungai, bersama Kades Sukamandi, BPD Sukamandi, tokoh pemuda Along Roy, Ketua Karang Taruna Desa sukamandi M Soleh, serta rekannya Fazli; mereka mendapati pula penyebab utama rusaknya mangrove itu. Oleh, mesin-mesin ponton milik penambang ilegal.

“Izin Pak Kapolres, Pak Dandim dan Pak Kapolda Babel, ini keenam kalinya kami sidak di daerah ini. Tidak tuntas-tuntas,” ujar Yudi.

Bahkan, dia memergoki pula aktivitas ponton milik salah seorang penambang ilegal yang sedang bekerja. Padahal, menurut dia, penambang tersebut sudah berkali-kali kena razia. Seolah kebal hukum, karena selalu berani kembali bekerja setelah dirazia.

Ditegaskan Yudi, Sungai Manggar merupakan daerah aliran sungai yang sungainya alami, bukan sungai buatan. Maka, sudah selayaknya mesti dijaga dan tak boleh dirusak oleh para pihak penambang ilegal.

Dia meminta setelah razia ketujuh kalinya di Sungai Manggar, aktivitas penambangan ilegal bisa benar-benar dihentikan oleh aparat penegak hukum. Untuk keperluan barang bukti, pihaknya pun mendokumentasikan serta membawa serta beberapa alat penambang untuk dijadikan sebagai barang bukti yang akan diserahkan kepada aparat penegak hukum.

“Sementara, barang bukti itu kami simpan di Balai Desa, agar masyarakat kami di Desa Sukamandi bisa melihat, kalau inilah alat-alat yang merusak sungai kami,” ujar Yudi.

Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply


Back to top button