BANGKA SELATANLENSA KRIMINALNEWS

Sepanjang 2020, Kejari Basel Berhasil Selamatkan Uang Negara Rp 1,3 Miliar

Lensabangkabelitung.com, Toboali – Kejaksaan Negeri Bangka Selatan pada tahun 2020 melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) berhasil menyelamatkan keuangan atau kekayaan negara sebesar Rp 1.332.362.000. Pengembalian itu didapat dari gugatan class action penerangan jalan umum padam yang berhasil dimenangkan.

Hal itu disampaikan Kepala Kejari Bangka Selatan, Mayasari melalui Kasubag Bin, Adham Ardhitya didampingin Plh Kasi Intel Jaksa M Kaustar dalam konferensi pers laporan tahunan Kejari Basel tahun 2020, Selasa 29 Dsember 2020.

“Selain meyelamatkan keuangan negara atas gugatan class action penerangan jalan umum yang padam, bidang Datun juga telah melakukan pemulihan keuangan atau kekayaan negara 17 kasus senilai Rp 120.938.752,” ujar Adham.

Ia menyebutkan, bidang Datun juga memberikan bantuan hukum sebanyak 17 kegiatan, pelayanan hukum 25 pemohon serta pertimbangan hukum 7 kegiatan.

Sementara itu, pada Bidang Pembinaan telah melaksanakan belanja pegawai, barang dan modal dengan pagu dana tahun 2020 Rp 5.168.388.000,- dan terealisasi Rp 4.852.947.102 atau sebesar 93,90%. Sedangkan realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tahun 2020 mencapai total Rp 933.897.172.

Kemudian, pada Bidang Intelijen telah melakukan pengamanan pembangunan strategis tahun 2020 sebanyak 9 kegiatan dengan total kontrak Rp 57.722.642.000.

“Kegiatan Bidang Intelijen lainnnya adalah Jaksa Masuk Sekolah kita lakukan di 12 SMP tersebar di Basel, Jaksa Menyapa bekerja sama dengan RRI Sungailiat, Pengawasan Aliran Kepercayaan (Pakem) koordinasi Pakem terkait adanya ajaran yang menyimpang di Desa Nyelanding, Pos Pelayanan hukum dan Penerimaan Pengaduan Masyarakat sebanyak 3 orang yang ditindaklanjuti serta Penerangan Hukum terhadap pejabat desa/kelurahan se Basel terkait tugas dan kewenangan kejaksaan dalam Pilkada 2020,” ujar dia

Di Bidang Tindak Pidana Umum telah melakukan penuntutan sebanyak 145 perkara dengan eksekusi perkara tindak pidana umum sebanyak 137 perkara dengan SPDP 176.

“Di Bidang Tindak Pidana Khusus penyelidikan 2 perkara, penyidikan 2 perkara dan eksekusi 3 perkara,” ujar dia.

Ia menjelaskan pada Bidang Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan melakukan pemusnahan barang bukti narkotika dan obat obat terlarang sebanyak 57 perkara dengan rincian narkotika jenis sabu sebanyak 163,6997 gram, dan obat tramadol sebanyak 384 butir.

“Pemusnahan BB senpi dan sajam 35 perkara dengan rincian senpi 2 pucuk dan sajam 33 buah, pengembalian BB di rumah sendiri lasehati 47 kali, pengembalian BB di Kantor Kejari Basel sebanyak 64 kali serta penjualan langsung BB sitaan atau rampasan sebanyak 2 kegiatan dengan nilai Rp 63.775.000,” sebutnya.

Adham menambahkan di tahun 2021 Kejari Basel tetap fokus mengikuti arah kebijakan pemerintah dan Kejaksaan Agung RI untuk menyukseskan kebijakan pemulihan ekonomi nasional selama pandemi Covid-19 yang telah memukul perekonomian dunia.

“Kejari Basel akan terus membantu Pemerintah Kabupaten Basel dalam penataan dan penyelamatan aset daerah serta menargetkan Kejaksaan Negeri Basel menuju Zona Integritas Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani,” ujar dia.

Penulis: Rusdi | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button