BANGKA SELATANLENSA DAERAHLENSA EKONOMINEWS

Manfaatkan Hutan Kota, Pegawai DLH Bangka Selatan Budi Daya Madu Kelulut

Lensabangkabelitung.com, Toboali– Pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka Selatan sejak dua bulan terakhir memanfaatkan hutan Kota yang terletak di belakang Gedung Diklat untuk budidaya madu kelulut. Baru dua bulan, sudah ada sekitar 200 lok atau sarang lebah madu kelulut yang dibudidaya diatas lahan seluas kurang lebih 2,88 hektar.

Dari 200 sarang lebah, sudah 50 sarang madu kelulut yang dipanen oleh para pegawai yang mengatasnamakan Kelompok Kelulut Sultan Roso. Pada panen pertama sudah mencapai 5 liter dan panen kedua sudah memproduksi 10 liter madu.

Pengurus Kelompok Kelulut Sultan Roso, Agung mengatakan budi daya madu kelulut ini berawal dari ide untuk memanfaatkan hutan kota yang terkesan kotor dan kurang terawat. 

“Awalnya budidaya madu kelulut ini kita bersama ASN dan pegawai honorer juga bergabung, menyampaikan kepada pimpinan kita untuk memanfaatkan lahan hutan kota, awalnya baru beberapa lok atau sarang saja,” ujar Agung kepada wartawan, Senin, 30 November 2020.

Ia menuturkan, lebah madu kelulut awalnya diambil dari Tirem Tukak Sadai yang hingga kini terus berkembang biak. Untuk modal sendiri berkisar Rp 400 – Rp 500 ribu untuk 1 lok atau sarang madu. Dengan potensi yang cukup tinggi, dua sampai tiga bulan kedepan produksi madu diprediksi sudah bisa break event point.

“Budidaya madu kelulut ini sangat potensial untuk meningkatkan ekonomi pegawai taman di dinas DLH karena hasilnya cukup lumayan. Untuk pemasaran sendiri masih dalam pasaran lokal. Namun sudah ada permintaan dari luar daerah seperti Bali yang setiap memesan itu 10 liter,” ujar dia.

Ia mengungkapkan, untuk kedepan kawasan tersebut rencananya akan dijadikan kawasan wisata dan edukasi bagi masyarakat dengan ditanami bunga yang merupakan makanan lebah.

“Konsep kita nanti kawasan ini kita buat jadi tempat wisata, akan kita tanam bunga yang merupakan makanan lebah, ada spot foto, masyarakat bisa menikmati minum madu kelulut secara langsung serta pepohonan kota,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Basel Gatot Wibowo mendukung pemanfaatan hutan kota untuk budi daya madu kelulut. Bahkan, kata Gatot pihaknya sedang mengajukan perluasan lahan ke PT Timah sekitar 20 Ha untuk mengembangkan hutan kota ini.

“Kita sangat mendukung budi daya ini, ada nilai ekonomis selain pemanfaatan hutan kota yang saat ini sudah bersih dan rapi. Kita juga sedang mengajukan perluasan hutan ke PT Timah, lokasi ini bisa dijadikan kawasan wisata dan edukasi, anak-anak TK sudah sering datang ke sini belajar tentang budi daya madu kelulut,” ujar dia.

Penulis : Rusdi | Editor : Servio M

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button