BANGKA SELATANNEWS

Kepala Disdukcapil Basel Berharap Tenaga Honorer Dipertahankan

Lensabangkabelitung.com, Toboali – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bangka Selatan, Benny Supratama berharap tidak ada pengurangan tenaga honorer di Disdukcapil Bangka Selatan.

Benny mengatakan, jika penerapan atau pengurangan jumlah tenaga honorer khususnya di Disdukcapil akan berdampak kepada pelayanan atau kinerja pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat.

“Dari beban kerja yang telah dilakukan Disdukcapil saat ini masih terdapat kekurangan pegawai. Berdasarkan data yang dimiliki saat ini, tenaga honorer yang ada di Disdukcapil sebanyak 23 orang yang terdiri dari tenaga teknis pelayanan, operator sistem administrasi kependudukan dan juga termasuk penjaga malam dan kebersihan. Jika dilakukan pengurangan akan berdampak pada pelayanan,” ujar Benny kepada wartawan, Rabu 30 Desember 2020.

Ia menuturkan, pihaknya telah berupaya untuk mengajukan usulan supaya tenaga honorer yang ada saat ini minimal dapat dipertahankan, sehingga kinerja pelayanan dalam administrasi kependudukan bisa tetap maksimal dan optimal dengan seluruh sumber daya yang ada saat ini.

“Ini perlu dipertahankan karena Disdukcapil merupakan pelayanan wajib yang menjadi akses terhdap pelayanan publik lainnya, contoh misalnya pembuatan KTP bisa digunakan untuk semua jenis layanan lainnya,” ujar dia.

Ia mengungkapkan, dalam setahun pihaknya melakukan proses cetak KTP bisa mencapai lebih kurang sampai dengan 100 ribu, pembuatan akta kelahiran mencapai 50 ribu dan kartu indentitas anak mencapai 45 ribu. Angka tersebut mencapai target pada tahun 2020 ini dengan dua orang pegawai honorer yang bertugas mencetak kartu identitas anak mulai dari entri sampai dengan cetak butuh waktu sehari paling tidak mereka mencetak 300.

“Bisa dibayangkan jika tidak ada tenaga honorer yang ada di bagian itu berapa lambat kinerja dan output produk identitas kependudukan ini bisa dikeluarkan, sementara masyarakat membutuhkan indentitas kependudukan sebagai akses untuk menuju pelayanan publik lainnya,” ujar dia.

Ia mengatakan, jika terjadi pengurangan tenaga honorer, mau tidak mau pihaknya terpaksa kerja gotong royong dengan mengabaikan tupoksi tugas masing-masing bidang, yang mana di Disdukcapil ini ada empat bidang yakni bidang pelayanan kependudukan, bidang pelayanan catatan sipil, bidang sistem informasi adminasitrasi kependudukan dan bidang kepenataan data, jadi mau tidak mau kita sistem gotong royong berada di layanan baik itu layanan tatap muka langsung maupun sifatnya online.

“Harapan saya pegawai yang sudah ada saat ini dan yang belum dikatakan ideal tapi sudah bisa kami optimalkan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat saat ini bisa dipertahankan jumlah yang ada tersebut yakni 23 tenanga honorer,” ujar dia.

Penulis: Rusdi | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button