LENSA EKONOMILENSA KESEHATANLENSA NASIONALNEWS

Jelang Libur Nataru, Penumpang KA Jarak Jauh Daop 1 Tembus 16 Ribu Orang

Lensabangkabelitung.com, Jakarta– PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 1 Jakarta mencatat selama masa angkutan libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, puncak pemberangkatan penumpang kereta api jarak jauh terjadi pada Rabu, 23 Desember 2020.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa. Eva menyebutkan, dari data reservasi total keberangkatan penumpang Kereta Api (KA) jarak jauh pada 23 Desember 2020 mencapai 16.700 orang.

“Total keberangkatan penumpang KA ini, terdiri dari 5.400 penumpang yang diberangkatkan dari Stasiun Gambir dan 11.300 penumpang dari Stasiun Pasar Senen,” kata Eva dalam keterangannya kepada wartawan.

Eva mengatakan untuk hari ini total perjalanan KA mencapai 39 keberangkatan yang terdiri dari 17 KA dari Stasiun Gambir, 20 KA dari Stasiun Pasar Senen dan dua KA dari Stasiun Jakarta Kota.

“Kami juga menghimbau kepada para calon penumpang KA, untuk mengikuti aturan terbaru pada Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 23 tahun 2020 dan Nomor 3 Gugus Tugas Covid-19”, ujar dia.

Eva menuturkan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi penumpang KA sebelum melakukan perjalanan diantaranya menunjukkan surat keterangan rapid test antigen dengan hasil negatif paling lambat 3 x 24 jam atau H-3 sebelum keberangkatan (anak dibawah usia 12 tahun tidak diwajibkan) atau PCR Swab Test.

“Penumpang wajib memiliki kondisi sehat tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare dan demam dengan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celcius,” ujar dia.

Selain itu, kata Eva, penumpang diwajibkan menggunakan masker kain tiga lapis atau masker medis menutupi hidung dan mulut serta menggunakan face shield dari stasiun keberangkatan dalam perjalanan sampai stasiun tujuan serta menggunakan pakaian pelindung (jaket atau lengan panjang).

“Dengan adanya aturan syarat naik KA jarak jauh, calon penumpang harus menunjukkan hasil rapid test antigen. KAI memberikan kebijakan bahwa penumpang bisa membatalkan dan mengubah jadwal dengan tenggang waktu tiga bulan dan tidak akan dikenakan bea,” ujar dia.

Eva menambahkan pihaknya mengimbau agar calon penumpang tidak takut tiketnya akan hangus dalam waktu dekat karena masih bisa diubah jadwal atau dibatalkan sampai tiga bulan setelah tanggal keberangkatan.

“Akan tetapi jika dalam jangka waktu paling lambat tiga bulan dari tanggal yang tertera pada tiket calon penumpang tidak memilih alternatif yang diberikan, maka tiket tersebut dinyatakan hangus atau tidak berlaku. (why)

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button