NEWS

Insiden Pemukulan oleh Pimpinan Puskesmas Pemali, Berakhir dengan Permohonan Maaf

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Insiden pemukulan antara atasan dengan bawahan di internal Puskesmas Pemali, Kabupaten Bangka berakhir dengan permintaan maaf melalui via telepon dan WhatsApp dan ditindaklanjuti dengan mediasi oleh Tim Gugas Tugas Covid-19.

Sebelumnya, sempat terjadi perselisihan antara Pimpinan Puskesmas Pemali dengan petugas Puskesmas yang diketahui sebagai petugas swab. Insiden tersebut, mengakibatkan luka memar di bagian pipi korban.

“Menindaklanjuti dari permasalahan internal Puskesmas Pemali antara pimpinan puskesmas dengan bawahannya yang mana telah terjadi miskomunikasi antara kedua belah pihak, namun kami dari tim satgas Covid -19, Dinkes dan Kasubag Kepegawaian datang ke Puskesmas untuk mendengar dari pimpinan dan Kasubag Kepegawaian Pemkab Bangka,” ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid – 19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra, Selasa, 15 Desembeer 2020.

Boy menyampaikan, pelaku pemukulan yakni pimpinan puskesmas pemali berinisial dr M, dikonfirmasi telah meminta permohonan maaf kepada korban pemukulan yakni drg Akbar Firdiansyah.

“Jadi intinya untuk pimpinan Puskesmas telah meminta permohonan maaf kepada bawahannya, di mana melalui WhatsApp (WA) dan telepon di malam hari kejadian itu, karena malam itu yang bersangkutan khilaf diakibatkan banyak pekerjaan,” ungkapnya.

Diceritakan Boy, perselisihan itu dipicu perdebatan internal bahwa sebelumnya salah seorang petugas puskesmas berinisial UY dinyatakan positif Covid-19, oleh Satgas Covid-19 bagi seluruh pegawai kontak erat dengan pasien untuk melakukan swab dan bagi yang tidak kontak erat untuk dilakukan rapid test.

“Jadi karena pimpinan ini merasa yakin tidak kontak erat maka tidak wajib swab, karena di hari sabtu sebelumnya telah rapid test dan hasil non reaktif, sehingga terjadilah miskomunikasi, namun kami sudah mendapatkan titik terang. Alhamdulillah terselesaikan,” terangnya.

Dalam permasalahan ini, Boy menjelaskan bukan mencari siapa yang paling benar dan salah, tetapi bukan hal harus saling mengerti dan berlapang dada dengan apa yang telah terjadi. Dari mediasi tersebut kedua belah pihak bersepakat untuk saling memaafkan.

Penulis: Mohammad Rahmadhani | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button