ARTIKELOPINI

Di Era Erzaldi, Kapasitas Fiskal Babel Anjlok ke Nol Koma

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Pemerintah beberapa waktu lalu telah merilis peta Kapasitas Fiskal Daerah (KFD) tahun 2020 yang dicantumkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 120/PMK.07/2020. Dalam beleid tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat memiliki indeks kapasitas fiskal sangat rendah, di angka 0,223. Kategori sangat rendah ini bahkan pencapaian empat tahun berturut, sejak 2017, Pemprov Babel di bawah kepemimpinan Gubernur Erzaldi Rosman ada di angka nol koma. Kalau dibandingkan dengan data lima belas tahun terakhir, inilah masa periode kepemimpinan gubernur yang membawa Kapasitas Fiskal Daerah (KFD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berada di titik nadir.

Mengutip pasal 1 Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 120/PMK.07/2020, yang dimaksud dengan Kapasitas Fiskal Daerah adalah kemampuan keuangan masing-masing daerah yang dicerminkan melalui pendapatan daerah dikurangi dengan pendapatan yang penggunaannya sudah ditentukan dan belanja tertentu. Pemerintah kemudian menetapkan peta kapasitas fiskal derah, yang menjadi gambaran kemampuan keuangan daerah yang dikelompokkan berdasarkan indeks kapasitas fiskal daerah.

Dari data peta kapasitas fiskal daerah yang tiap tahun diumumkan Menteri Keuangan, pada tahun pertama sejak Erzaldi menjabat Gubernur Babel di tahun 2017, indeks KFD Babel langsung berada di angka 0,25, atau kategori sangat rendah. Nasib indeks nol koma atau berkategori sangat rendah, juga berlanjut di tahun 2018 dengan 0,228, lalu tahun 2019 dengan indeks 0,264. Data terbaru untuk tahun 2020 yang diumumkan Menteri Keuangan Sri Mulyani beberapa waktu lalu, indeks KFD Babel di angka 0,223.

Padahal di 2016, saat Babel masih dipimpin Rustam Effendi, dia memberi ‘warisan’ torehan indeks KFD Babel masuk kategori tinggi, dengan angka 1,40. Surut dua tahun ke belakang, di 2014 indeks KFD Babel ada di angka 1,5445 atau berkategori tinggi. Lalu, di tahun 2015 juga ada di kategori tinggi dengan indeks 1,27.

Bila membandingkan pencapaian kapasitas fiskal Babel di era Erzaldi dengan era kepemimpinan Rustam, jelas terjadi kemerosotan. Bahkan, anjlok dua predikat, dari kategori tinggi langsung turun ke kategori sangat rendah. Padahal di masa Rustam Effendi menjadi gubernur, masih ada kelanjutan proyek multiyears Jembatan EMAS yang menelan konsentrasi pendanaan yang tak sedikit.

Bila kemudian dibandingkan dengan indeks KFD Babel di era kepemimpinan Gubernur Eko Maulana Ali, makin jelas kalah kelasnya era gubernur sekarang. Karena, Eko Maulana saat itu bahkan mampu mencatatkan KFD kategori sangat tinggi, di tahun 2009 dan 2012, masing-masing dengan indeks KFD 2,9668 dan 2,0774. Tahun lainnya berkategori tinggi, yakni 1,7850 di tahun 2008, kemudian 2010 dengan 1,8899, dan 2011 di angka 1,4498.

Lantas bagaimana bila dibandingkan dengan kepemimpinan Gubernur Hudarni Rani? Pada tahun 2006 atau satu tahun sebelum menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan Babel kepada Eko Maulana Ali, Hudarni Rani membawa indeks KFD Babel di angka 1,3834 atau berkategori tinggi.

Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button