LENSA NASIONALNEWS

Wacana Penggantian UN, Akademisi: Mendikbud Harus Memiliki Grand Design

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Wacana penggantian Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Kompetensi belum memiliki kemajuan. Rencana penggantian tersebut hasil kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim.

Menanggapi hal di atas, Pengamat Pendidikan Indonesia sekaligus Guru Besar UPI, Dr Prof Cecep Darmawan mengusulkan sebelum kebijakan tersebut diterapkan sebaiknya pihak kementerian memiliki peta yang disebut dengan grand design.

“Saya seringkali mengatakan dalam tiap diskusi dengan siapa saja, pihak kementerian harus memiliki grand design atau sebuah road map, jadi kebijakan ini tidak terkesan tergesa-gesa,” kata Prof Cewan sapaan akrab Prof Dr Cecep Darmawan kepada Lensabangkabelitung.com, Jumat, 6 November 2020.

Prof Cewan menekankan mengapa harus memiliki grand design, karena pemerintah harus memiliki struktur perencanaan yang baik dalam bidang pendidikan agar ke depan terkait kebijakan pendidikan tidak berubah–ubah.

“Di Indonesia kan sering berubah–ubah, ganti menteri ganti kebijakan ganti penilaian, biar kebijakan ini berlaku untuk 50 hingga 100 tahun ke depan di situlah pentingnya perencanaan matang yang dituangkan dalam grand design,” paparnya.

Lebih lanjut Prof Cewan menjelaskan, item-item yang harus dimasukkan dalam grand design tersebut adalah survei karakter, survei kompetensi menalar, dan survei lingkungan belajar, dengan begitu tidak ada lagi kendala–kendala yang menghambat kebijakan tersebut.

“Dari sisi regulasi kita kan, UU Sistem Pendidikan Nasional masih mengakui UN, masih memberlakukan UN, nah ini bagaimana penanganannya, karena tadi kita tidak ada grand design,” ujarnya lagi.

Hal–hal lain yang harus diantisipasi ialah perubahan dalam birokrasi pendidikan, Ia mencontohkan di pendidikan Indonesia pernah terjadi perubahan nama dari SMA ke SMU, pada hal tidak mengubah substansi. Dengan begitu, kebijakan tersebut harus diukur dan dianalisis dengan pemikiran matang melibatkan banyak unsur pemangku kebijakan dengan mempertimbang kesiapan kurikulum pendidikan, kesiapan guru mengajar dan linkungan sekolah termasuk survei karakter.

Penulis: Mohammad Rahmadhani | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button