NEWSPANGKALPINANG

Wacana Belajar Tatap Muka, Ini Kata Wali Kota Pangkalpinang

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) mengutarakan sampai detik ini belum berani menyelenggarakan sekolah bertatap muka di Kota Pangkalpinang.

Sebab, menurut Molen belajar dalam jaringan (daring) tahap kedua dilanjutkan pada smester ganjil ini buntut dari pandemi Covid-19 yang memaksa sekolah–sekolah dalam zona merah dan orange harus ditutup berimbas pada sistem pembelajaran peserta didik sekolah.

“Sampai hari ini, kita belum berani menyelenggarakan untuk tatap muka, ini juga secara nasional belum semua, tapi mudah – mudahan tahun depan, awal bulan januari sudah bisa tatap muka,” ujar Molen sapaan akrab Wali Kota Pangkalpinang itu kepada Lensabangkabelitung.com, Jumat, 20 November 2020.

Di samping itu, Molen mengharapkan vaksin yang digadang–gadang dari pemerintah pusat pada bulan desember ini segera terealisasi, sehingga harapan anak–anak sekolah mendesak untuk sekolah, karena ia menilai selama pembelajaran daring ana–anak sekolah lebih banyak bermain game online.

“Kita kondisi sekarang ini suka tidak suka memang seperti ini, jadi memang anak–anak kita semakin menuju ke arah negatif, tapi semua tidak berani ibaratkan buah simalakama, kita tidak mau membiarkan resiko kesehatan, daripada beresiko kita lebih baik menjaga kesehatan mereka,” terangnya.

Di tempat terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi menjelaskan sepanjang daerah tersebut berstatus zona hijau dan kuning sangat memungkin untuk dibuka bertatap muka, sementara untuk zona merah dan orange tidak diperbolehkan, dengan begitu menurutnya, semua akan bergantung pada status zona tersebut.

“Misalnya, di Pangkalpinang masih status orange, maka belum dibuka, tapi misalkan kuning boleh, syukur–syukur kalau hijau, kita harapkan akhir tahun ini, karena informasi yang kita terima dari Dinas Kesehatan kalau tidak salah pangkalpinang menuju ke kuning,” harapnya.

Kendati demikian, Eddy memaparkan semua tetap berproses yakni ketika mulai bertatap muka tetap memberlakukan sistem shift atau tidak full kelas, maka akan diatur tiap kelas 50 persen dari jumlah siswa.

Namun dengan demikian, ia mengharapkan semua sekolah di bawah kewenangannya baik SD dan SMP untuk menyelenggarakan tatap muka terutama bagi peserta didik kelas pertama yang belum mengenali guru–gurunya dan lingkungan sekolah masing–masing.

Penulis: Mohammad Rahmadhani | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button