LENSA KRIMINALNEWS

Soal Status Tersangka dan Maaf Ayak Bedincak, Pihak Dokter Hakim Bilang Begini

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Pemilik akun Facebook Ayak Bedincak berinisial SW resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bangka Belitung. SW menjadi tersangka berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang Dokter Masagus Hakim.

Masagus Hakim melalui kuasa hukumnya Iwan Prahara pun membuat laporan pengaduan ke Polda Bangka Belitung pada Kamis tanggal 4 Juni 2020 lalu. Laporan tersebut disampaikan ke polisi karena postingan pemilik akun Facebook Ayak Bedincak dianggap menyebar fitnah, tendensius, dan menganggu privasi pelapor.

Iwan Prahara mengatakan pihaknya sejak menyampaikan laporan kasus tersebut sudah yakin jika pihak kepolisian akan profesional dalam menangani perkara tersebut.

“Memang ada permintaan maaf dari yang bersangkutan dan disampaikan secara terbuka melalui media massa dan media sosial. Namun itu tidak menggugurkan proses hukum yang sudah berjalan ditingkat penyidikan,” ujar Iwan kepada Lensabangkabelitung.com, Jumat, 20 November 2020.

Menurut Iwan, sebelum kasus hukum tersebut berlanjut dan ada permintaan maaf dari tersangka di kemudian hari, pihaknya sudah lebih dulu memaafkan apa yang sudah dilakukan oleh tersangka.

“Seharusnya permintaan maaf itu disampaikan sebelum kasus ini naik ke tahap penyidikan. Bahkan saya pun pernah memberikan saran kepada tersangka agar meminta maaf ke dokter Hakim saat kasus itu masih tahap penyelidikan,” ujar dia.

Saran meminta maaf di masa tahapan penyelidikan itu, kata Iwan, sama sekali tidak digubris oleh tersangka. Bahkan setelah kasus tersebut naik di awal tahapan penyidikan, belum juga ada permintaan maaf.

“Setelah sekian lama penyidikan kasus itu, baru pada 5 November lalu tersangka menyampaikan permintaan maaf. Sementara kasus ini sudah naik. Pada prinsipnya kita sudah memaafkan tersangka,” ujar dia.

Iwan menambahkan pihaknya berharap permintaan maaf tersangka tersebut bisa menjadi pertimbangan majelis hakim pada saat proses persidangan nanti.

“Mudah-mudahan permintaan maaf yang disampaikan bisa menjadi pertimbangan majelis hakim untuk mengurangi hukumannya,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button