NEWSPANGKALPINANG

Sikap Toleransi Mudahkan Kelurahan Batu Intan Mewujudkan Kesejahteraan Warga

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Lurah Batu Intan, Muhammad Yamin mengutarakan sikap toleransi antar agama, suku, ras dan etnis di wilayah administrasinya telah berjalan puluhan tahun lalu. Sehingga, energi positif tersebut mencerminkan persatuan dan lebih mudah untuk membantu pemerintah dalam menyukseskan program–program Wali Kota Pangkalpiang saat ini.

“80 persen di sini penduduknya non–muslim, sisanya Melayu atau Islam, tetapi kita hidup rukun di sini, saling membantu dan menghormati,” kata Yamin kepada Lensabangkabelitung.com, di Kelurahan Batu Intan, Kecamatan Girimaya, Rabu, 11 November 2020.

Yamin mengatakan hasil dari sikap toleransi itu melahirkan sikap saling mempercayai. Sebagai contoh, ia menyebutkan pengurus RT/RW yang baru saja dilantik tersebut merupakan pengurus–pengurus sebelumnya.

“Itu rata-rata wajah lama semua, terdiri dari 7 RT dan 2 RW bersama sekretarisnya itu,” tambahnya.

Ke depan, Yamin mengharapkan pengurus–pengurus yang baru saja dilantik tersebut dapat bersatu menyosialisasikan program pemerintahan saat ini terutama dalam pembangunan dan kemasyarakatan.

Ia menambahkan, jumlah penduduk di kelurahannya itu sebanyak 880 KK atau setara dengan 4500 jiwa. Bagi Yamin dengan jumlah penduduk yang begitu besar akan banyak aspirasi yang perlu ditampung.

“Pertama berkenaan dengan lingkungan dan bagunan fisik, seperti keluhan drainase dan lampu penerang jalan, dua hal ini yang sering dilaporkan kepada kelurahan,” jelasnya.

Sebagai tindaklanjut, dikatakannya beberapa keluhan langsung ditangani di tingkat kelurahan bersama kecamatan, dan juga ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Dinas Pekerjaan Umum tergantung pada skala kerusakan yang terjadi di lapangan.

Berikutnya, soal kesejahteraan pengurus kelurahan dan tim kebersihan cukup tertangani hal tersebut seiring dengan bantua pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Umum yang diterima oleh pihaknya setiap tahun sebesar kurang lebih Rp 360 juta.

“Tapi untuk tahun ini penggunaan anggaran tersebut lebih untuk pembangunan kemasyarakatan, karena tahun–tahun sebelumnya lebih untuk pembangunan fisik, jadi tahun ini tidak 100 persen untuk pembangunan fisik,” pungkasnya.

Penulis: Mohammad Rahmadhani | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button