LENSA POLITIKNEWS

Selama Kampanye, Masker Berlambang Partai Dipersoalkan

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Masker merupakan bahan kampanye yang baru diberlakukan oleh peraturan komisi pemilihan umum (PKPU) sebagai metode kampanye yang adaptif. Meski sudah diberlakukan, namun ada beberapa partai yang masih mempersoalkan partai lainnya saat penggunaan masker berlogo partai dalam masa kampanye pilkda.

Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Babel, Deni menjelaskan di dalam PKPU terbaru telah merinci tentang substansi bahan kampanye selama pelaksanaan pilkada.

“Secara substansi dalam PKPU mendorong selama kampanye untuk menggunakan media sosial atau media daring,” ujar Deni, di Hotel Fox Haris, Pangkalpinang.Rabu, 4 November 2020.

Namun yang mesti diakui tidak semua paslon dan tim pemenangan menjalankan arahan dalam aturan normatif tersebut. Deni melanjutkan, untuk itu di dalam PKPU pun telah mengatur terkait bahan dan metode kampanye.

“Di dalam kampanye namanya ada bahan dan metode kampanye, pertama berbentuk kain pakaian, penutup kepala, kalender, kartu nama, alat tulis, stiker dan ditambah alat pelindung diri berupa masker, cairan antiseptik, face shield yang menampilkan citra paslon,” terang Deni.

Terpantau beberapa partai telah memanfaatkan situasi pandemi dengan memproduksi masker berlambang partai. Menanggapi hal tersebut, dikatakan Deni hal itu bagian dari metode kampanye dan diperbolehkan selama sesuai aturan PKPU.

“Yang terpenting pembagiannya itu di waktu dan tempat yang tepat, jangan di masjid atau fasilitas umumnya lainnya, dan jangan di luar jadwal kampanye,” paparnya.

Tidak hanya itu, cara kampanye selama pandemi saat ini pun telah diatur per zona, misalnya Zona A terdiri dari Kecamatan Pangkalan Baru, maka paslon harus memanfaatkan kesempatan itu di zona A termasuk pembagian alat-alat kampanye, disebutkan pembagian alat kampanye di luar zona itu maka dilarang.

Penulis: Mohammad Rahmadhani | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button