BANGKA SELATANLENSA DAERAHLENSA KRIMINALNEWS

Polres Basel Belum Periksa Pihak PT RBA Terkait Laporan Penyerobotan Lahan

Lensabangkabelitung.com, Toboali– Kepolisian Resor (Polres) Bangka Selatan masih melakukan penyelidikan terkait dengan dugaan penyerobotan lahan yang dikelola oleh PT Ration Bangka Abadi (RBA) untuk dikembangkan sebagai Kawasan Industri Sadai (KIS).

Penyelidikan dilakukan pihak kepolisian guna mencari fakta-fakta terkait dengan dugaan penyerobotan lahan milik 42 masyarakat Sadai dengan luas 87 hektar seperti yang telah dilaporkan oleh sejumlah perwakilan masyarakat Sadai ke Polres Bangka Selatan pada bulan lalu.

Kasat Reskrim Polres Bangka Selatan, AKP Albert Daniel Tampubolon mengatakan saat ini pihaknya telah memanggil beberapa masyarakat untuk dimintai keterangan terkait dengan dugaan penyerobotan lahan yang dikelola oleh PT RBA.

“Masih penyelidikan dan sudah ada beberapa masyarakat yang kita mintai keterangan,” kata Kasat Reskrim AKP Albert saat dikonfirmasi lensabangkabelitung.com melalui pesan WhatsApp, Jumat, 6 November 2020.

Albert menuturkan, saat ini pihaknya belum memanggil pihak dari PT RBA dan juga Kepala Desa untuk dimintai keterangan terkait permasalahan tersebut.

“Kita baru memintai keterangan dari masyarakat dalam tahap penggalian fakta-fakta. Untuk saat ini kita belum memanggil pihak dari RBA. Dan untuk kepala desa Sadai rencananya akan kita mintai keterangan terakhir,” ujar dia.

Pada pemberitaan sebelumnya, sejumlah perwakilan masyarakat Tersebutsadai mendatangi Mapolres Bangka Selatan untuk melaporkan oknum perangkat desa dan PT Ration Bangka Abadi (RBA) terkait dugaan penyerobotan lahan.

Laporan tersebut terkait dengan dugaan penyerobotan lahan masyarakat seluas 87 hektar yang dikelola oleh PT RBA untuk dikembangkan sebagai kawasan Industri Sadai (KIS).

Menanggapi laporan masyarakat ke Polres Bangka Selatan, pihak perusahaan PT RBA menggelar pertemuan dengan sejumlah warga pemilik lahan pada Kamis 22 Oktober 2020.

Dalam pertemuan itu, seperti yang disampaikan oleh perwakilan PT RBA Dedi Bastian, bahwa musyawarah bersama Kades Sadai dan sejumlah perwakilan masyarakat Sadai dari 42 warga yang memiliki lahan yang dikelola oleh PT RBA untuk mencari solusi terkait dengan permasalahan sengketa lahan. 

“Kami selaku pengelola kawasan berharap dalam pertemuan kita hari ini ada solusi terbaik untuk kita semua, karena kita di sini semuanya saudara, usaha kita juga di Sadai dan menikamati juga masyarakat Sadai, karena pembangun dikawasan tersebut akan segera kita bangun,” ujar Dedi Bastian.

Namun, di dalam upaya perusahaan pengelola Kawasan Industri Sadai (KIS) untuk melunakkan hati masyarakat Sadai justru menemui jalan buntu. Musyawarah tersebut berakhir deadlock. Warga bersepakat untuk meninggalkan area pertemuan lebih awal alias walkout.

Penulis : Rusdi | Editor : Servio M

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button