BANGKA SELATANLENSA DAERAHLENSA POLITIKNEWS

Peserta Pilkada Basel Diminta Paparkan Program Lebih Detail di Debat Publik Kedua

Lensabangkabelitung.com, Toboali– Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB) sekaligus pengamat politik Ibrahim mengatakan debat publik peserta Pilkada Bangka Selatan (Basel) yang berlangsung pada Senin kemarin masih bersifat substantif atau cuma memaparkan program.

Menurut Ibrahim, tidak ada hal prinsipil dari masing-masing pasangan calon dalam tanda kutip sikap menyerang atau mungkin sikap tidak bersahabat. Meski dialog masih sebatas normatif, kata Ibrahim, apa yang menjadi substansi sudah kena.

“Pasangan calon juga nampaknya masih berhati-hati menentukan keputusan. Tapi ada brand masing-masing yang bisa diangkat dari paslon yang dapat menjadi informasi yang sangat real bagi pemilih untuk mendapatkan gambaran siapa yang layak untuk memimpin Basel lima tahun kedepan,” ujar Ibrahim kepada wartawan usai menghadiri debat publik paslon Pilkada Basel, Senin, 9 November 2020.

Dalam menjawab pertanyaan, kata Ibrahim, empat pasangan calon secara umum menggambarkan visi misi. Namun ada sikap tegas sudah hampir semua disampaikan oleh kandidat, terutama pertanyaan krusial misalnya menyangkut soal penambangan, bagaimana potensi laut dan perikanan, akses pendidikan dan kesehatan.

“Saya melihat semua kandidat sudah berusaha menghadirkan tidak bersifat normatif dalam konteks hanya mengalir saja. Tapi mereka punya gagasan-gagasan yang mungkin nanti bisa menjadi satu cermin bagi pemilih untuk menentukan pilihannya,” ujar dia.

Debat yang berlangsung telah memberi pembeda yang kuat antar kandidiat. Namun Ia berharap didebat berikutnya yang topiknya berbeda para kadidat akan lebih tajam dalam mengulas haw to do, yang artinya bagaimana secara teknis digambarkan secara detail kepada pemilih kita, misal masalah kesehatan apa yang akan dilakukan.

“Harus ada yang berani mengambil apa distingsi pembeda dengan kadidat yang lain. Pemaparan secara detail, taktis, dan operasional. Memang ini pernyataan politis tetapi menurut saya harus ada perangkat operasional mengoprasionalkan agarmembuming dan bisa dilaksanakan. Untuk itu pada debat berikutnya lebih beriontasi pada program yang lebih taktis dan operasional, Misalnya bagaimana membuat sahang lebih mahal, langkah-langkah apa yang akan dilakukan,” ujar dia.

Penulis : Rusdi | Editor Servio M

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button