LENSA KRIMINALNEWS

Penyelundupan Timah Pantai Terentang, 4 Tersangka Rela Pasang Badan untuk Pemilik Barang

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Kasus penyelundupan pasir timah ilegal di Pantai Terentang Desa Terentang Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah masih terus diselidiki oleh Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Bangka Belitung.

Upaya penyelundupan pasir timah ilegal tersebut berhasil digagalkan Ditpolairud pada 2 November 2020 lalu sekitar pukul 01.30 WIB dinihari. Sebanyak 3,5 ton pasir timah yang rencananya akan diselundupkan ke luar turut berhasil diamankan.

Kasubdit Penegakan Hukum Gakkum (Ditpolairud) Polda Bangka Belitung Komisaris Ade Zamrah mengatakan pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap siapa aktor dibelakang upaya penyelundupan itu.

“Masih kita dalami kasusnya. Terutama untuk mengungkap siapa pemilik barang tersebut,” ujar Ade kepada Lensabangkabelitung.com, Rabu, 25 November 2020.

Ade menuturkan pihaknya masih menetapkan empat orang tersangka, yakni tiga orang nahkoda kapal yang ditugaskan membawa timah selundupan itu dengan inisial A, R dan S. Dan satu orang lagi yang bertindak sebagai pengawas lapangan berinisial U.

“Keempat tersangka ini sudah kita lakukan pemeriksaan. Namun semuanya hingga saat ini masih bungkam soal identitas pemilik barang,” ujar dia.

Ade menambahkan pihaknya berhasil mengamankan barang bukti kapal KM Intan 12 dengan kemampuan 16 GT, kapal speed pancung 2 mesin tempel 40 PK merk Yamaha yang dikemudikan R, kapal speed pancung 2 mesin tempel 40 PK merk Yamaha yang dikemudikan A dan pasir diduga timah sebanyak 77 kantung dengan perkiraan berat sekitar 3,5 ton.

“Para tersangka kita persangkaan dugaan pelanggaran Pasal 161 Undang-undang Nomor 3 tahun 2020 tentang Minerba dan pasal 323 Undang-undang Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button