BANGKA SELATANLENSA DAERAHLENSA EKONOMILENSA KESEHATANNEWS

Pelaku Usaha Mau Berubah, Keamanan Pangan Bangka Selatan Sudah Baik

Lensabangkabelitung.com, Toboali– Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pangkalpinang Hermanto mengatakan secara umum keamanan pangan di Kabupaten Bangka Selatan sudah baik. Hal itu dikarenakan para pelaku usaha yang ada di kabupaten itu mau diajak berubah.

“Memang diawalnya kita masih menemukan produk yang berbahaya, namun setelah kita kasih tahu bahwa ada produk yang berbahaya mereka langsung mau berubah dan sekarang sudah tidak ada lagi,” ujar Hermanto kepada wartawan usai melakukan rapat monitoring dan evaluasi program GKPD dan PJAS tahun 2020, Senin, 30 November 2020 di Grand Marina Hotel Toboali.

Hermanto menuturkan pada prinsipnya pihaknya hanya melakukan pembinaan kepada para pelaku usaha yang ada di daerah agar lebih maju dan sejahtera sesuai dengan arahan Presiden untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan produk yang berdaya saing.

“Kita dari Balai POM rutin melakukan pengawasan setiap minggu. Dan petugas kami turun ke Kabupaten/kota untuk terus melakukan pengawasan agar produk yang dijual benar-benar sehat, tidak mengandung bahan berbahaya,” ujar dia.

Ia mengungkapkan dalam melakukan pengawasan di pasar-pasar pihaknya tidak bisa bekerja sendiri untuk itu perlu sinergi dengan pemerintah daerah di Kabupaten/kota untuk melakukan pengawasan berdasarkan tugas dan kewenangannya masing-masing.

“Petugas kami ini terbatas. Kalau ke lapangan itu ada 10 orang untuk melakukan pengawasan yang bagian penyuluh hanya 4 orang, yang artinya kami tidak bisa kerja sendiri. Untuk itu perlu koordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk melakukan pengawasan. Namun jika nanti ada ada permasalahan atau temuan kami siap jika memang perlu dilakukan pengujian di laboratoroum, karena tugas kita membantu pemerintah untim menjaga keamanan pangan tetap terjaga,” ujar dia.

Ia menambahkan, menjelang natal dan tahun baru pihaknya sudah mulai turun kelapangan untuk melakukan pengawasan terhadap produk obat dan makanan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa produk yang beredar di masyarakat benar-benar sehat dan tidak berbahaya.

“Pada natal dan tahun baru serta hari besar lainnya konsumsi masyarakat meningkat. Jadi perlu diadakan sosialisasi dan pengawasan karena momen-momen seperti ini sering dimanfaatkan orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk memasarkan produk-produk yang tidak sesuai dengan ketentuan, misalnya produk yang sudah rusak, kadaluarsa atau produk yang membahayakan lainnya,” ujar dia.

Penulis : Rusdi | Editor : Servio M

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button