BELITUNG TIMURLENSA POLITIKNEWS

Melihat Perjuangan Amel, Air Mata Aan Menetes

Lensabangkabelitung.com, Belitung – Calon Bupati Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 Kabupaten Belitung nomor urut satu, Burhanudin tak dapat membendung kesedihannya. Matanya berkaca-kaca menahan tangis saat menghadiri persidangan perdana Syarifah Amelia di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Selasa, 24 November 2020.

Bukan tanpa alasan Aan –panggilan akrab Burhanudin– menahan tangis. Yang duduk di kursi pesakitan tersebut adalah ketua relawannya, di Pilkada Belitung Timur 2020.

Aan terlihat beberapa kali menghapus air mata kala bertemu dengan Amel di halaman PN Tanjungpandan, usai majelis hakim menyatakan sidang diskors sementara waktu untuk penyusunan eksepsi yang diminta terdakwa.

“Amel adalah seorang anak yang cerdas, aku nunjuk dia sebagai ketua tim karena aku yakin bahwa Amel memiliki visi. Kalau merasa sedih, kecewa, wajarlah. Manusiawi,” cerita Aan kepada Lensabangkabelitung.com, Selasa, 24 November 2020.

Bagi dia, bahwa apa yang disampaikan Amel dalam kampanye yang dipersoalkan Gakkumdu tentang menghasut, memfitnah, dan menebar kebencian sesuai Pasal 69 huruf C Undang-Undang Nomor 1 Tahun Tentang Pilkada adalah tidak benar.

“Apa yang disampaikan Amel murni untuk memperjuangkan Pilkada Beltim bersih,” tukas calon bupati drngan jargon BERAKAR, itu.

Di tempat yang sama, Syarifah Amelia mengungkapkan merasa janggal terhadap pidana terhadapnya. Menurut dia dakwaan tersebut campur baur apakah dia harus bertanggungjawab atas pernyataannya atau hanya persepsi orang.

“Yang hadir di kampanye ramai. Sesuai disampaikan JPU (Jaksa Penuntun Umum–red) unsur dari Bawaslu hadir, unsur KPPS juga hadir. Jadi dak paham tiba-tiba beberapa minggu ada laporan,” kata Amel.

Terkait pembuktian, Amel berharap majelis hakim dapat memanggil orang-orang yang datang dalam acara kampannye tersebut. “Siapa yang merasa dihasut, merasa terfitnah, dan siapa yang merasa diadu domba,” jelas lulusan ITB ini.

Soal kalimat “Karena kalok bersih Pilkada Belitung Timur, maka yang menang akan numor?“ Lalu dijawab serentak oleh peserta kampanye dengan kata: “Satuuu“ kata Amel itu adalah harapan semoga pasangan BERAKAR terpilih dari jalur Provinsi Pilkada Bersih. “Itu doa kami. Tak lebih dari doa kami untuk membangun daerah kami,” timpal Amel.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Selasa, 24 November 2020, menggelar sidang perdana bagi Syarifah Amelia. Politisi perempuan itu, didakwa tindak pidana pemilu karena dianggap menghasut, memfitnah, dan menebar kebencian sesuai Pasal 187 junto Pasal 69 huruf C Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016Tentang Pilkada.

Sidang yang dipimpin hakim ketua Himelda Sidabalok serta Hakim anggota AA Niko Brahma Putra dan Rino Adrian Wigunadi menunda persidangan dua kali. Penundaan pertama pembacaan eksepsi dari terdakwa dan penundaan sidang kedua dengan agenda tanggapan dari JPU.

Penulis: Rizky Sadewa | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button