BANGKA SELATANNEWS

Kawasan Industri Sadai, Lahan Dilapor Masyarakat dan Tak Masuk Proyek Strategis Nasional

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Kawasan Industri (KI) Sadai di Kabupaten Bangka Selatan yang sebelumnya digadang-gadang akan dikembangkan pemerintah, sementara ini belum dilakukan. Dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 109 tahun 2020 tentang percepatan proyek strategis nasional tertanggal 17 November 2020 yang ditandatangani Jokowi, KI Sadai tidak masuk dalam rencana proyek strategis nasional.

Dalam perpres tersebut, Jokowi mengumumkan 201 proyek strategis nasional, di dalamnya termasuk sektor kawasan ada 18 Kawasan Industri (KI) yang disetujui untuk pengembangan. Namun tidak ada KI Sadai dalam rencana pemerintah tersebut.

Proyek strategis nasional sektor kawasan yang disetujui Jokowi adalah KI Kuala Tanjung (Sumatera Utara), KI Landak (Kalimantan Barat), KI Ketapang (Kalimantan Barat), KI Tanggamus (Lampung), KI Jorong (Kalimantan Selatan), KI Bantaeng (Sulawesi Selatan), KI Morowali (Sulawesi Tengah), KI Konawe (Sulawesi Tenggara), KI Teluk Bintuni (Papua Barat), KI Tanah Kuning (Kalimantan Utara), KI Wilmar Serang (Banten), KI Pulau Obi (Maluku Utara), KI Weda Bay (Maluku Utara), KI Takalar (Sulawesi Selatan), KI Tanjung Enim (Sumatera Selatan), Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api (Sumatera Selatan), Pembangunan Underground Simpang Lima (Jawa Tengah) dan KI Terpadu Batang (Jawa Tengah).

Pengelolaan KI Sadai sendiri berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Bangka Selatan nomor 53 tahun 2017 yang ditandatangani Justiar Noer pada 19 September 2017. Perbup tersebut menetapkan wilayah administratif KI Sadai adalah Desa Tukak dan Desa Sadai dengan luas 3.086 hektar yang memanjang dari Pelabuhan Tukak menuju Pelabuhan Sadai.

Sedangkan zona yang akan dikembangkan di KI Sadai tersebut adalah zona industri, zona fasilitas penunjang, zona infrastruktur kawasan, zona ruang terbuka hijau dan zona pendidikan.

KI Sadai sendiri mendapat hambatan setelah kelompok masyarakat di Desa Sadai melaporkan adanya dugaan penyerobotan lahan oleh PT Ration Bangka Abadi (RBA) yang mengelola KI Sadai. Saat ini laporan tersebut masih berproses di Polres Bangka Selatan.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button