LENSA EKONOMINEWS

Gubernur Soroti Produktivitas Pekerja yang Rendah Selama Bekerja di Perusahaan

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Gubernur Provinsi Kepulaun Bangka Belitung, Erzaldi Rosman menyoroti etos kerja buruh yang bekerja di perusahaan–perusahaan berskala besar di Bangka Belitung.

Erzaldi mengartikan etos kerja ialah sebuah budaya mempengaruhi produkvitas kerja tinggi atau rendah. Baginya, produktivtas merupakan tanda apa yang dikerjakan saat ini lebih baik dari pada hari kemaren, sementara apa dikerjakan kedepan harus lebih baik daripada hari ini.

Sebagian upaya etos kerja perusahaan ialah mentaati ketentuan pemerintah, semisalnya ikut aktif membayar BPJS Ketenagakerjaan dan adapun bagi pekerja meningkatkan kompetensi selaku karyawan.

“Masih ada perusahaan tidak aktif membayar BPJS ketenagakerjaan, sangat disayangkan kalau ini masih banyak, Bapak Darusman (Ketua SPSI Bangka Belitung), hal–hal yang seperti ini tolong lebih aktif lagi bekerjsama dengan Dinas Tenaga Kerja,” kata Erzaldi di sela–sela sambutannya dalam acara Penganugerahan Produktivitas Siddhakarya, Pemerintah Provinsi Kepulaun Bangka Belitung, di Bangka City Hotel, Rabu, 18 November 2020.

Hal tersebut dipandang perlu untuk disinggung, Erzaldi mengungkap bukan dalam hal mencari kesalahan-kesalahan orang tetapi pemerintah ingin mencari agar perusahaan–perusahaan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Karena salah satu produktivitas itu dapat ditingkatkan ketika apa yang sudah menjadi kewajiban daripada fasilistas yang telah diberikan kepada pekerja itu dilakukan oleh perusahan,” jelasnya.

Selain itu, ketika perusahaan telah menunaikan kewajibannya, Erzaldi menyarankan bagi pekerja untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak wajar, ia mencontohkan seperti istirahat di luar jam kerja dan tidak bekerja di jam yang seharusnya bekerja.

“Lagi–lagi produkvitasnya rendah, mohon maaf pada ibu bapak sekalian, rendahnya produktivtas itu karakter, mohon maaf karakter ini adalah budaya, kerja juga budaya, ketika budaya itu kerja lambat ini termasuk produktivitas rendah,” ungkapnya.

Di samping itu, Erzaldi mengutarakan jangan sampai pekerja hanya menuntut gaji tinggi sementara produktivitasnya rendah, karena hal tersebut berkaitan langsung dengan kesinambungan perusahaan, ketika produktivitasnya rendah dan target yang hendak digapai perusahaan tidak tercapai maka menghasilkan kerugian.

“Kalau perusahaannya selalu rugi, setiap tahun rugi maka perusahaan akan tutup, kalau perusahaan tutup berimbas pada tenaga kerja juga, ada PHK dan lain sebagainya, yang rugi kita semua, termasuk pemerintah karena pertumbuhan ekonomi kita sangat tergantung pada investasi di daerah,” urainya.

Berikutnya, mungkin di sebagian kecil pekerja berpikir bahwa mereka tidak merasa rugi karena mendapatkan uang pesangon dari perusahaan sebelumnya, namun uang pesangon dimaksud tidak menjamin keberlangsungan hidup pekerjsa beberapa bulan dan tahun kedepannya, bahkan dalam upaya pencarian kerja yang baru, pekerja tersebut tidak bekerja lagi seumur hidup.

Penulis: Mohammad Rahmadhani | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button