NEWSPANGKALPINANG

Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang Akan Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Pembelajaran dalam jaringan (daring) tahap dua di Kota Pangkalpinang harus dievaluasi. Sebab, kendala teknis dan non–teknis banyak dialami oleh peserta didik, misalnya orang tua tidak memiliki laptop ataupun Android untuk mendukung pendidikan anak selama pembelajaran jarak jauh.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pangkalpinang, Eddi Supriadi mengatakan dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, pembelajaran daring diklaim cukup efektif sebagai alternatif penyampaian materi antara siswa dengan guru.

“Alhamdulillah cukup efektif, sebuah alternatif dalam kondisi Covid-19 ini saya pikir cukup membantu kondisi anak–anak kita yang ada di rumah,” kata Eddi kepada Lensabangkabelitung.com, Jumat, 6 November 2020.

Eddi mengakui pelaksanaan pembelajaran daring di semester ganjil ini terkendala teknis dan non teknis dan cukup berbanding lurus. Ia mencontohkan maksud kendala non teknis ialah dalam daring ini kurikulum tidak menjadi keharusan, karena kurikulum bersifat rigid atau kaku.

“Walaupun secara umum, untuk target kurikulum tidak harus menjadi keharusan, kalaupun ditanya kepada anak–anak belajar atau tidak, ya belajar tapi belajar jarak jauh,” tuturnya.

Adapun kendala teknis, sambung Eddi, yakni beberapa orangtua yang terkendala ekonomi sehingga dinilai perlu mendapatkan bantuan khusus yakni dengan mengundang siswa yang bersangkutan untuk datang ke sekolah menggunakan fasilitas sekolah masing–masing.

“Jadi saya pikir, Alhamdulillah, kita bisa mengikuti anak–anak kita dengan kondisi keterbatasan, sudah kita rencanakan untuk kita undang ke sekolah menggunakan gadget, komputer, atau tablet sekolah tetapi tetap daring,” jelasnya.

Berikutnya, Eddi menambahkan teknologi dan digitalisasi dalam dunia pendidikan menjadi sebuah keniscayaan. Karena menurutnya pandemi ini memberikan pembelajaran khusus terutama bagi dinas pendidikan untuk adaptif dengan kondisi yang ada meskipun dirasakan ada smester yang hilang tetapi peserta didik tidak kehilangan pengetahuan, karena belajar merupakan suatu proses.

Penulis: Mohammad Rahmadhani | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button