NEWS

Waspadai Kongkalingkong Penerbitan RKAB Smelter Timah

“Jadi semuanya bisa melihat apakah check and balance terhadap barang ini. Kita yang konsen di permasalahan ini kadang melihat ada yang tidak masuk akal dimana ada jika kita lihat dari data kemudian dibandingkan dengan faktual di lapangan rasanya mustahil kerangka produksi seperti itu tapi kapasitas produksi luar biasa,” ujar dia.

Teddy menambahkan, dengan pemberlakuan RKAB dan proses penerbitan persetujuan dilakukan dengan benar maka akan timbul pelaku industri pertambangan yang lebih baik dan tidak mengandalkan membeli timah masyarakat hasil jarahan IUP lain.

“Sudah bukan jamannya lagi melakukan pelanggaran-pelanggaran seperti dulu dengan membeli lalu mengolah timah ilegal. Karena ini semua untuk memastikan pendapatan negara yang sesuai. Kalau masih tetap ada pelanggaran, nanti siapa yang akan bertanggung jawab pengelolaan lingkungan,” ujar dia.

Informasi sementara yang didapat lensabangkabelitung.com saat ini yang sudah mendapatkan persetujuan RKAB adalah : PT Aries Kencana Sejahtera (AKS) 191 Ton, PT Rajawali Rimba Perkasa 636 Ton, dan PT Prima Timah Utama (PTU) dengan 353 Ton.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum | Nico Alp

Previous page 1 2 3 4

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button