NEWS

Waspadai Kongkalingkong Penerbitan RKAB Smelter Timah

“Peluang kongkalingkong sangat terbuka. Karena bisa saja terjadi tonase barang yang sesuai kapasitas cadangan seharusnya sekian, malah berbeda atau lebih besar dari cadangan. Ini bisa saja terjadi,” ujar dia.

Menurut Teddy, draf untuk penerbitan RKAB yang ditetapkan oleh kementerian ESDM sudah cukup lengkap sehingga tidak bisa main-main lagi apalagi di era terbuka seperti sekarang ini. Apa yang dikerjakan dan yang dilaporkan, kata Teddy, menjadi poin penting untuk menghindari terjadinya pelanggaran.

“Jangan sampai seperti kejadian yang dulu dimana luas IUP cuma 50 hektar tapi produksi bisa 1000 atau 2000 ton sebulan dan tidak habis-habis setiap tahun. Sekarang ini tidak bisa lagi ada batasan seperti blok yang dikerjakan sebelah mana, kemudian kapasitas produksi berapa dan dikerjakan dalam waktu berapa lama. Jujur atau tidak nanti akan ketahuan di neraca bijinya apakah balance atau tidak barang ini karena itu bisa dipertanggungjawabkan,” ujar dia.

Baca Juga : http://lensabangkabelitung.com/2020/10/tambang-baru-dibuka-tapi-kuota-ekspor-636-ton-kemampuan-produksi-smelter-rrp-dipertanyakan/

Teddy menuturkan kekayaan cadangan di wilayah IUP smelter perlu diamati dengan jelas dan dilakukan verifikasi yang sesuai dengan aturan. Selain itu, kata dia, fungsi pengawasan dan keterbukaan perlu diperlebar dengan melibatkan peran masyarakat, media atau kelompok yang expert di bidang tambang.

Halaman:

Previous page 1 2 3 4Next page

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button