BANGKA SELATANLENSA DAERAHLENSA EKONOMILENSA NASIONALNEWSPANGKALPINANG

Tambang Baru Dibuka Tapi Kuota Ekspor 636 Ton, Kemampuan Produksi Smelter RRP Dipertanyakan

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang– Kemampuan produksi perusahaan peleburan (Smelter) timah milik PT Rajawali Rimba Perkasa (RRP) dipertanyakan publik usai diketahui mendapat persetujuan Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) dari Pemprov Bangka Belitung dengan produksi mencapai 636 ton hingga 31 Desember 2020.

Dengan sisa waktu yang tinggal 2 bulan, muncul pertanyaan bagaimana PT RRP bisa memenuhi target produksi. Sementara tambang di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik perusahaan itu dengan luas 543 hektar di Desa Nyelanding Kecamatan Air Gegas Kabupaten Bangka Selatan baru saja akan dimulai.

Praktisi pertambangan Bangka Belitung Teddy Marbinanda mengatakan kuota ekspor 636 ton PT RRP hingga tahun ini berakhir bisa saja terpenuhi jika memiliki tim kerja, kekayaan cadangan dan kapasitas kemampuan produksi yang fantastis.

“Jumlah 636 ton dalam bentuk logam itu recovery-nya paling tidak diatas angka 1000 ton. Kalau dua bulan kerja dengan 1000 ton, satu bulannya 500an ton. Berarti harus produksi diangka 15-20 ton per harinya. Ini harus didukung dengan perangkat produksi, kekayaan cadangan dan alat tambang yang luar biasa baru bisa tercapai,” ujar Teddy dalam siaran persnya kepada Lensabangkabelitung, Rabu, 21 Oktober 2020.

1 2 3Next page

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button