BANGKA SELATANNEWS

Setelah Aksi Nelayan, Polda Babel Tertibkan Tambang Ilegal di Laut Sukadamai

Lensabangkabelitung.com, Toboali – Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung turun langsung melakukan penertiban aktivitas penambangan timah ilegal yang beroperasi di laut Sukadamai, Tanjung Ketapang Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan, pada Selasa, 6 Oktober 2020.

Karo Ops Polda Babel, Kombes Pol Sihar Manurung mengatakan, penertiban dilakukan, karena adanya permintaan dari masyarakat Bangka Selatan yang menginformasikan banyak tambang timah ilegal yang melakukan kegiatan penambangan di laut Bangka Selatan. Akibat penambangan itu, air laut menjadi keruh dan hasil tangkapan nelayan berkurang drastis.

“Polda Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan penertiban tambang timah ilegal yang beroperasi di laut Sukadamai. Seminggu yang lalu Polres Bangka Selatan telah menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat dan sampai dengan hari ini kita menyampaikan secara persuasif untuk mengentikan aktivitas penambangan,” ujar Karo Ops Polda Babel, Kombes Pol Sihar Manurung kepada wartawan.

Ia menuturkan, banyak aktivitas penambangan yang beroperasi di laut Sukadamai berasal dari luar Toboali. Untuk itu, dirinya meminta kepada masyarakat Bangka Selatan yang mempunyai tambang untuk menarik ke darat sehingga akan kelihatan mana tambang yang dari luar Bangka Selatan.

“Tadi masih ada beberapa yang masih ada di kapal dam kita himbau untuk kembali ke daerah masing-masing. Dan yang tidak memiliki legal silahkan tarik duku ke daratan. Sementara yang legal, dari PT Timah yang 44 itu sudah dibekukan sementara dan belum bekerja. Sehingga diberlakukan sama, kita data ulang dulu,” ujar dia.

Sihar mengungkapkan, banyaknya aktivitas penambangan timah ilegal yang beroperasi di laut Sukadamai disebabkan adanya beberapa tambang timah legal yang mendapat SPK dari PT Timah membawa temannya untuk melakukan penambangan dengan meminta anggaran.

“Ada beberapa tambang yang legal membawa tambang lagi, nah inilah yang dijanjikan, sehingga masyarakat kadang-kadang berfikir saya bayar, saya bisa bekerja, ternyata itu salah, dan ini lah yang mau kita tertibkan,” ujar dia.

Ia menegaskan, jika besok masih ada aktivitas penambangan, maka akan dilakukan tindakan yaitu penarikan ke daratan dan langsung diproses hukum.

“Sebanyak 180 personel Polda Kepulauan Bangka Belitung dan 120 personel Polres Bangka Selatan diturunkan langsung untuk melakukan penertiban. Dan, kita bekerja bersama dengan TNI, Satpol PP dan instansi lain. Ini akan dilakukan sampai dengan tanggal 10 nanti,” ujar dia.

Di hari bersamaan, nelayan asal Toboali melakukan aksi damai di PT Timah Tbk, setelah satu hari sebelumnya melakukan aksi serupa di Polda Babel.

Penulis: Rusdi | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button