LENSA POLITIKNEWS

Minta Jangan Didemo, Erzaldi Janji Buka Lebar Pintu Diskusi dengan Mahasiswa

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman membuka pintu untuk berdiskusi dengan kelompok mahasiswa Cipayung Plus yang sempat batal melakukan aksi demonstrasi guna mengevaluasi kinerjanya.

“Kita undang sajalah tidak usah demo-demo. Apalagi pandemi seperti ini,” ujar Erzaldi melalui pesan WhatsApp kepada Lensabangkabelitung.com, Rabu, 28 Oktober 2020, yang meminta tanggapannya terkait rencana aksi demonstrasi mahasiswa.

Dia mengaku sangat terbuka dengan aspirasi yang akan disampaikan mahasiswa yang akan mengevaluasi kinerjanya.

“Tentunya kita terbuka dan kami merasa bagus sekali jika (kinerja) kami dikritisi,” ujar dia.

Menurut Erzaldi, dengan berdiskusi maka apa saja hal yang kurang pas terkait kinerjanya, mahasiswa bisa ikut memberikan masukan-masukan agar kinerjanya lebih baik lagi.

“Kalau-kalau ada yang menurut mereka (mahasiswa) yang kurang pas silahkan saja memberi masukan,” ujar dia.

Mahasiswa yang akan melakukan aksi demo terhadap Erzaldi adalah dari kelompok Cipayung Plus Bangka Belitung yang berasal dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

Namun aksi tersebut urung dilakukan karena tidak mendapatkan izin dari Polres Pangkalpinang dengan mengirimkan surat nomor B/55/X/2020/Intelkam yang ditandatangani oleh Kasat Intelkam AKP Navy Pradhana.

Sejumlah wartawan pun sudah menerima undangan peliputan aksi melalui pesan berantai di WhatsApp yang tertulis dari mahasiswa dengan agenda mengevaluasi 4 tahun kinerja Erzaldi dalam memimpin Bangka Belitung yang dinilai selalu “ngerapek” (bohong).

Ketua IMM Bangka Belitung Ari Juliansyah mengatakan aksi tersebut murni untuk mengingatkan akhlak politik dari seorang pemimpin karena akhlak politik ditentukan dengan janji-janji politik.

“Gubernur itu jabatan politik. Ketika seseorang duduk di jabatan politik, tidak menunaikan janji-janji politik maka dia memiliki akhlak yang sangat buruk. Untuk itu kita mengingatkan hal-hal seperti itu,” ujar dia.

Ketua GMKI Bangka Belitung Goklas Hutagaol menambahkan para mahasiswa menilai Erzaldi terbukti gagal mewujudkan visi misinya mewujudkan Babel sejahtera, maju, unggul dibidang inovasi agropolitan dan bahari dengan tata kelola pemerintahan yang transparan, cepat dan berbasis teknologi serta pelayanan publik yang efisien masih jauh panggang dari api.

“Ironisnya 10 program unggulan Erzaldi gagal total dan tidak satu pun terealisasi. Program unggulan tersebut adalah Babel Hijau, Babel Biru, Babel Cerdas, Babel Juara, Babel Maju, Babel Terang, Babel Mandiri, Babel Berdaulat, Babel Sejahtera dan Babel Makmur. Semua program ini hanya manis saat diucap dalam kampanye namun miskin aplikasi,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button