NEWS

Kecewa Dikhianati, ASN Pemkot Minta Pj Bupati Babar Hentikan Tugas Belajar Suaminya

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Kecewa karena merasa pernikahannya telah dikhianati, DN, seorang perempuan berstatus Aparatur Sipil Negara di Pemerintah Kota Pangkalpinang, meminta Pemerintah Kabupaten Bangka Barat memberi sanksi penghentian tugas belajar RA, suaminya. RA yang adalah ASN Pemkab Babar itu, sejak beberapa waktu lalu mendapat tugas belajar untuk menempuh pendidikan spesialis di Palembang.

DN mengatakan, sebelumnya RA telah mendapatkan sanksi displin dari Pemkab Babar, atas dasar kasus yang terjadi dalam masa pernikahan mereka.

Saat itu, Bupati Bangka Barat, Markus memberikan sanksi berupa penurunan pangkat dan jabatan dengan Surat Keputusan Bupati Barat Nomor 188.45/382/4.5.1.1/2020 tentang penjatuhan hukuman disiplin berat berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama tiga tahun.

Atas adanya sanksi penurunan pangkat itu, lanjut DN, seharusnya kegiatan tugas belajar RA dapat dihentikan oleh Pj Bupati Bangka Barat saat ini, karena dasar putusan penurunan pangkat setingkat lebih rendah tersebut.

“Berdasarkan Perbup Babar nomor 61 tahun 2019 tentang izin belajar, tugas belajar dan bantuan biaya pendidikan bagi ASN di lingkungan Pemkab Babar, pada pasal 16 ayat 1 poin F Bab VI tentang larangan dan Sanksi, dikatakan bahwa Pemberian Bantuan Tugas Belajar dapat dihentikan apabila dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat. Karena itu saya meminta keadilan kepada Pj Bupati Babar agar melakukan penghentian tugas belajar tersebut,” tegasnya saat menggelar jumpa pers di salah satu warung kopi di Pangkalpinang, Senin, 20 Oktober 2020.

Permintaan ini, menurut DN adalah hal yang wajar demi menegakkan aturan sesuai sanksi dalan Perbup dan Surat Edaran KemenPAN RB serta menjaga marwah dan kepercayaan masyarakat kepada Pemkab Babar dan menjadi pembelajaran bagi ASN lainnya.

“Saya berharap Pemkab dapat menerapkan aturan ini untuk menjaga nama baik Pemkab Babar, jika tidak, hal itu bisa menjadi preseden buruk bagi Pemkab. Karena seharusnya ASN yang mendapatkan tugas belajar dengan Anggaran APBD Kabupaten Babar adalah ASN yang benar-benar memiliki integritas tinggi dan berprestasi bukan yang diberikan sanksi disiplin,” tukasnya.

Saat berita ini diturunkan, Pj Bupati Bangka Barat Sahirman belum bisa dihubungi.

Red | Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button