BANGKA BARATLENSA POLITIKNEWS

Tidak Datang Saat Tahap Pendaftaran, KPU Babar Sebut Satgas Covid-19 Sudah Diundang

Lensabangkabelitung.com, Muntok– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangka Barat mengatakan sebenarnya telah menyurati atau mengundang Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) Kabupaten Bangka Barat untuk mendampingi kegiatan tahapan pendaftaran pasangan calon untuk pilkada tahun 2020 beberapa waktu lalu.

“Karena SOP sebelum melakukan pendaftaran wajib paslonnya melakukan swab, Alhamdulillah Bangka Barat sesuai prosedur, walaupun tim GTPPC-19 (Satgas Covid -red) saya undang tidak ada yang hadir,” kata Ketua KPU Babar, Pardi, Selasa, 15 September 2020.

Pardi bahkan mengatakan, sudah dua kali lembaganya berkirim surat kepada Satgas Covid-19. Pemberitahuan itu perlu disampaikannya terkait dengan pelibatan Satgas Covid-19 selama tiga hari masa pendaftaran calon peserta Pilkada.

“Tapi ga ada yang hadir, saya tunggu itu,” ujar Pardi, ketika menjelaskan hal tersebut kepada Bupati Babar, Markus.

Pardi menyatakan tidak adanya Satgas Covid-19 pada tahapan pendaftaran paslon beberapa waktu lalu merupakan sebuah catatan yang buruk Bangka Barat dalam mengawal proses Pilkada yang bebas dari Covid-19.

“Karena syaratnya itu semuanya harus memenuhi protokol kesehatan dalam setiap tahapan, makanya perlu melibatkan GTPPC-19 (Satgas Covid-19 -red) apalagi sudah mendekati masa kampanye, jadi wajib GTPPC-19 ini untuk mendampingi setiap tahapan kampanye, seperti Bawaslu juga nanti, pengawasan apakah setiap tahapan kampanye yang dilakukan itu memenuhi standar kesehatan,” tutur Pardi.

Kemudian pada momen yang sama, Markus selaku Bupati yang juga merupakan Ketua Satgas Covid-19 Bangka Barat mengatakan akan melakukan cross check terhadap surat undangan yang dimaksud oleh Ketua KPU Bangka Barat itu.

“Akan saya cross check apakah undangannya sampai atau tidak, kalau benar nanti akan saya itu kan ke Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dari awal saya tahu, kita sebagai calon pemimpin harus memberikan contoh lah, saya syukur Alhamdulillah tidak ditegur oleh Mendagri, karena saya udah tau pak, karena kalau mau (mengajak) seribu (saat pendaftaran) juga saya bisa, tapi saya batasin,” demikian Markus.

Penulis: Sepri | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button