NEWS

Kejamnya Fitnah ‘Bawa Amak’, Tak Tahu Kalau Ratusan Dokter Gugur Dalam Tugas

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Tugas dokter di pandemi saat ini terasa sangat berat. Beragam dinamika mereka rasakan, demi untuk menanggulangi wabah Covid-19, agar wabah ini segera berakhir di negeri ini.

Dalam menjalankan tugasnya, sebagai dokter sekaligus berada di barisan depan gugus tugas penanggulangan Covid-19, tak cuma resiko terkena virus itu mereka alami. Tak jarang, fitnah juga mesti mereka terima. Seperti yang dialami oleh Dokter Masagus Hakim. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang ini bahkan difitnah dengan kejamnya sebagai pembawa amak alias penular penyakit oleh salah satu akun di media sosial Facebook. Atas kasus tersebut, telah pula dilaporkannya ke Polda Babel agar pelakunya ditindak.

Dalam menjalankan tugas mulia untuk menangani Covid-19, saat ini sudah seratus orang dokter yang meninggal dunia. Agar tak bertambah banyak lagi dokter yang menjadi korban, para dokter pun turun menyerukan agar masyarakat lebih waspada dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Di Pangkalpinang, untuk mengenang seratus dokter yang telah gugur di masa pengabdiannya selama pandemi Covid-19, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) turun ke jalan pada Minggu pagi, 6 September 2020. Bertempat di Alun-alun Taman Merdeka, para dokter membagikan masker dan memberikan edukasi bagi masyarakat untuk lebih peduli kesehatan.

“Kami dokter yang bernaung dalam Ikatan Dokter Indonesia, membagikan masker gratis, mengedukasi, sebagai sedikit kontribusi mengingatkan dan membangunkan kembali atau wake up call, bahwa masyarakat adalah garda terdepan dalam mencegah penularan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Dokter Masagus Hakim, kepada sejumlah wartawan.

Dokter Hakim mengajak seluruh dokter Indonesia untuk terus menjadi pengingat dan teladan disiplin pencegahan di tengah masyarakat, baik di dunia maya maupun di kehidupan nyata.

“Untuk masyarakat tercinta Bumi Serumpun Sebalai, terima kasih atas ikhtiarnya sama-sama mencegah pandemi, Alhamdulillah kesembuhan covid-19 kita menjadi yang tertinggi di Indonesia, mencapai 95,45 persen,” ujarnya.

Meskipun tingkat kesembuhan tertinggi di Indonesia, Dokter Masagus Hakim mengajak masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyebaran covid-19.

“Covid-19 nyata dan masih ada di sekitar kita. Kasus pasien yang reinfeksi atau terkena kembali setelah sebelumnya dinyatakan sembuh juga sudah terjadi. Gelombang pertama sudah terlewati, banyak area sudah hijau kembali. Namun tetaplah waspada, jangan sampai terjadi gelombang kedua yang lebih besar,” pungkas Dokter Hakim.

Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button