LENSA KRIMINALNEWS

Kasus Laka Tambang Timah Ilegal Sarang Ikan, Marman Dipastikan Tersangka Tunggal

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bangka Belitung menetapkan Marman warga Kabupaten Bangka Tengah sebagai tersangka terkait kecelakaan tambang yang mengubur hidup-hidup 6 penambang dan satu unit alat berat pada Sabtu, 29 Agustus 2020 sekitar pukul 12.00 WIB lalu.

Direktur Ditreskrimsus Polda Bangka Belitung Komisaris Besar Haryo Sugihartono mengatakan tidak ada tersangka baru dalam kasus tersebut yang berarti Marman adalah tersangka tunggal dalam peristiwa tersebut.

“Tidak ada lagi penambahan tersangka baru. Tersangka tetap Marman. Kasus tersebut saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ujar Haryo kepada Lensabangkabelitung.com, Selasa, 8 September 2020.

Sebelumnya Haryo menuturkan, tersangka Marman merupakan pemodal tambang timah di lokasi yang kemudian terjadi kecelakaan hingga menewaskan 6 penambang tersebut.

“Sementara ini untuk tersangka Marman belum kita lakukan penahanan,” ujar dia.

Menurut Haryo, sebagai pemodal, tersangka merupakan orang yang mempekerjakan dan memberikan gaji kepada para penambang dalam bekerja.

“Sedangkan alat berat disewa dengan Firman yang sebelumnya ikut tertimbun kini sudah kita angkat dan disita untuk barang bukti. Sementara kita titipkan di Polsek Lubuk karena alat berat tersebut mengalami kerusakan,” ujar dia.

Terkait penyidikan apakah akan mengarah ke kolektor timah yang membeli di lokasi Sarang Ikan, Haryo menuturkan belum ditemukan adanya kolektor karena penambangan di lokasi terjadinya kecelakaan baru beraktivitas selama tiga minggu.

“Kita juga menyita barang bukti timah sebanyak 50 kilogram. Mereka ini baru bekerja 3 minggu. Kolektor belum ada,” ujar dia.

Penulis : Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button