BANGKA SELATANLENSA DAERAHLENSA EKONOMINEWS

Gubernur Babel Usulkan Pemerintah Pusat Revisi Besaran Royalti Timah

Lensabangkabelitung.com, Toboali– Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan mengajukan usulan revisi royalti komoditi biji timah kepada pemerintah pusat. Hal tersebut dilatarbelakangi adanya ketidaksesuaian royalti timah yang hanya diberikan 3 persen.

Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengatakan tidak ada pendapatan bagi pemerintah daerah pada sektor pertambangan timah jika hanya mengandalkan royalti sebesar 3 persen.

“Kita selalu meminta pemerintah pusat untuk merevisi royalti timah ini agar bisa diatas tiga persen. Hal tersebut dikarenakan royalti komoditi lainnya sudah lebih dari tiga persen,” ujar Erzaldi kepada wartawan di Toboali, Selasa, 15 September 2020.

Menurut Erzaldi, royalti yang diterima saat ini jika dengan kerusakan lingkungan serta tingkat permasalahan sosial tinggi masih kurang. Royalti tiga persen itu, kata dia, hampir tidak bisa melakukan hal untuk mengembalikan lingkungan Bangka Belitung.

“Royalti tiga persen dirasa sangat tidak ada keadilan. Untuk itu kita mengajukan kalau bisa 10 persen sampai 12 persen sama dengan Batubara. Tapi terserah pemerintah pusat karena mereka yang tahu berapa yang layak untuk diberikan royalti kepada daerah,” ujar dia.

Erzaldi menambahkan pihaknya telah beberapa kali berkirim surat kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Keuangan terkait dengan pegajuan kenaikan royalti khusus komoditi timah.

“Kita juga minta bantu ke DPR RI dan DPD RI. Dan tadi malam kami rapat dengan DPD RI Bapak Darmansyah Husain untuk menanggapi masalah royalti ini. Selain itu, kami juga menekan lagi agar pengajuan kita kepada Presiden berkenaan dengan usulan kita minta hibah saham pemerintah di PT Timah sebesar 14 persen bisa direalisasikan. Minimal dicolek untuk di bahas,” ujar dia.

Penulis : Rusdi | Editor : Servio M

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button