NEWS

Ditreskrimsus Ambil Alih Proses Hukum Laka Tambang Timah Ilegal Tepus

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bangka Belitung memproses hukum tambang timah yang diduga ilegal di kawasan hutan produksi Dusun Kelidang Desa Tepus Kecamatan Air Gegas Kabupaten Bangka Selatan pasca tewasnya penambang akibat tertimbun longsor, Selasa, 29 September 2020 kemarin.

Direktur Ditreskrimsus Polda Bangka Belitung Komisaris Besar Haryo Sugihartono mengatakan sudah memulai melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut.

“Polda ambil alih kasusnya untuk ditangani. Masih kita lakukan penyelidikan,” ujar Haryo kepada Lensabangkabelitung.com, Rabu, 30 September 2020.

Haryo menuturkan saat ini ada dua orang penambang yang diamankan dan dibawa ke Polda Bangka Belitung untuk dimintai keterangan.

“Peralatan tambang juga kita sita dan saat ini sudah berada di Polda untuk barang bukti,” ujar dia.

Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Komisaris Wahyudi Rahman menambahkan peralatan tambang yang diamankan dan dijadikan barang bukti adalah mesin tambang, pipa paralon, selang dan pompa air.

“Dua orang penambang sudah dibawa ke Polda dan sedang kita lakukan BAP hari ini. Dari keterangan saksi ini, nanti akan diketahui siapa nama pemilik tambang. Nanti akan kita panggil juga untuk diperiksa,” ujar dia.

Sebelumnya pada Selasa Sore, 29 September 2020 sekitar pukul 17.00 telah terjadi kecelakaan tambang yang menewaskan Budi Warga Lubuk Blok G Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah. Budi harus merenggang nyawa setelah tertimpa longsor tanah setinggi 9 meter saat melakukan penyemprotan pasir untuk mendapatkan timah. Dari informasi yang diterima Lensabangkabelitung, nama Ahau warga Sungailiat disebut-sebut sebagai pemilik tambang di lokasi kejadian.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button