LENSA EKONOMINEWS

Bentuk Kelompokmu Minimal 17 Orang, Bisa Kolektif Tukar Uang Rp 75 Ribu di Bank Indonesia

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Peluncuran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Indonesia Merdeka yang disingkat (UPK75) diluncurkan pada 17 Agustus 2020 lalu, membuat masyarakat sangat antusias untuk memilikinya.

Semenjak dibukanya penukaran uang dari tanggal 17 Agustus 2020, sudah 6500 lembar yang ditukarkan masyarakat di Bank Indonesia Bangka Belitung. Hal tersebut membuat penukaran uang sudah penuh sampai tanggal 30 September 2020 yang dibatasi hanya 300 orang per hari, dan proses penukaran tidak memakan waktu banyak, hanya kurang dari satu menit sudah bisa membawa UPK 75.

Bank Indonesia sudah memperhitungkan jumlah UPK 75 yang dicetak dengan seluruh masyarakat Indonesia yang sudah mempunyai KTP, jadi seluruh masyarakat dapat memiliki UPK 75 ini.

Kepala Tim SPPURKI Edi Josinar Purba, menyebutkan, karena penukaran secara individual sudah penuh sampai 30 September 2020, masyarakat dipersilakan secara kolektif.

“Dengan minimal 17, sebanyak-banyaknya juga boleh, yang paling penting 1 KTP hanya boleh 1 uang,” ujarnya dalam kegiatan Temu Wartawan di Kantor Bank Indonesia Bangka Belitung pada Kamis, 10 September 2020.

Adapun penukaran secara individu, lanjut dia, juga masih dibuka, namun hanya untuk yang sebelumnya sudah mendaftar di aplikasi.

Penukaran secara kolektif juga bertujuan agar nantinya tidak ada orang yang memperjualbelikan UPK75 ini, karena UPK 75 sendiri kebanyakan orang menukarnya hanya untuk dijadikan koleksi sendiri.

Unit Pengelola Uang Rupiah di Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bangka Belitung, Tata Yoni mengatakan UPK75 sudah menggunakan sistem keamanan terbaru, sehingga sangat sulit untuk dipalsukan.

“Sekarang untuk membedakan uang asli dan palsu tidak memerlukan alat yang canggih, dengan diraba uang palsu lempeng aja. Beda dengan uang asli ada cetakan timbul, ada blank code-nya, dan gambar yang berdimensi,” tuturnya.

Tim Lensabangkabelitung.com yang memiliki kesempatan langsung untuk memegang UPK 75, dari bahannya berbeda dengan uang yang beredar di pasaran. Pihak Bank Indonesia mengkonfirmasi bahwa UPK 75 sudah menggunakan bahan serat kapas seratus persen, sehingga lebih kuat dan tahan lama.

Uang Peringatan Kemerdekaan diluncurkan memiliki makna tersendiri, yakni mensyukuri kemerdekaan, dan rasa syukur bahwa sudah merdeka 75 tahun, tercermin dari desain uang. Juga, memperteguh Kebinekaan, dan mengedepankan kedaulatan NKRI. Serta, menyongsong masa depan gemilang, dan membangun optimisme masyarakat, tahun 2045 akan menjadi negara maju.

Penulis: Louis Bonifasius Yulian | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button