BANGKA BARATNEWS

Tegaskan Syarat Pencalonan, KPU Babar: Cari Bupati Ini Bukan Kaleng-kaleng

Lensabangkabelitung.com, Muntok – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangka Barat, Pardi menegaskan hal-hal tentang syarat pencalonan dan calon Bupati dan Wakil Bupati pada saat memberikan sambutan kegiatan Rapat Kerja Persiapan Pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat tahun 2020 bersama stakeholder terkait serta para peserta Pilkada, Kamis, 6 Agustus 2020.

“Kita butuh yang punya visi untuk Bangka Barat ke depan, jadi parameter itu betul, bukan hanya sebatas formalitas, harus bener-bener menguji kandidat, itu bukan kaleng-kaleng, ini cari pemimpin, mencari Bupati, kalau cari kaleng-kaleng dan botol-botol, gampang itu, ini yang perlu bener-bener kita siapkan, hari ini kami sampaikan syarat pencalonan dan calon, mudah-mudahan di acara ini (bisa) berdiskusi, sengaja kita undang,” kata Pardi menegaskan parameter dan syarat sembari memberikan sambutan, Kamis, 6 Agustus 2020.

Pardi menjelaskan, persyaratan pencalonan mempunyai dua jalur, ada jalur Parpol dan Perorangan. Untuk tahapan jalur perorangan telah dilewati dengan hasil tidak ada yang memenuhi syarat maka dari itu Pardi menyebutkan tidak perlu dibahas lagi.

Untuk jalur Parpol sesuai dengan undang-undang Pilkada syaratnya harus memenuhi dua puluh persen kursi dari jumlah yang ada di DPRD Kabupaten.

“Jadi pasangan harus diusung oleh dua puluh persen kursi, boleh sendiri (partai tunggal) tanpa koalisi, boleh berkoalisi,” sebut Pardi.

Selain menggunakan syarat kursi, Pardi menjelaskan pasangan calon juga boleh menggunakan syarat suara. Syarat suara yang harus dimiliki adalah dua puluh lima persen dari jumlah hasil suara sah pada saat Pileg lalu.

“Kalau dak salah seratus empat ribu, jadi kalau dua puluh lima persennya sekitar dua puluh enam ribu,” ujar Pardi.

“Syarat suara ada ketentuannya, untuk partai politik yang tidak memiliki kursi, jadi misalnya di sini maaf, ada PSI, kemudian ada Berkarya, ada PKB, ada PPP, sebenernya mereka punya suara sebenarnya,” tambahnya.

Selain menjelaskan syarat pencalonan kepada peserta rapat, Pardi juga menjelaskan tentang syarat calon yang sifatnya lebih ke peribadi atau individu dari pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati pada saat Pilkada 2020 nanti.

“Umur minimal dua puluh lima, kemudian tidak melakukan perbuatan tercela, bukan mantan narapidana yang pernah diancam pidana di atas lima tahun penjara, bukan bandar narkoba, bukan mantan terpidana kasus pelecahan anak, pendidikan minimal SMA, kemudian harus lulus tes kesehatan yang pada saat pemeriksaan kesehatan akan melibatkan IDI,” jelasnya.

“Pemeriksaan kesehatan ada tiga yang harus dipenuhi oleh calon, jadi bukan main-main, calon harus sehat, itu yang pertama, sehat jasmani, rohani dan bebas narkoba,” demikian Pardi.

Penulis: Sepri | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button