LENSA NASIONALLENSA TINSNEWS

Teddy : Kepmen ESDM tentang Acuan Harga Penjualan Mineral Logam dan Batubara Harus Direvisi

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Tata cara penetapan Harga Mineral Logam Acuan (HMA) selalu mengacu pada Peraturan Menteri ESDM namun juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan lampiran dan surat Keputusan Menteri ESDM.

Pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2020 yang merupakan perubahan ke 3 dari Permen No 7 Tahun 2017 tentang tata cara penetapan harga patokan penjualan mineral logam dan batubara dimana pada pasal 6 ayat 7 huruf (e) bahwa besaran HMA mengacu pada publikasi harga mineral logam yang salah satunya dikeluarkan oleh Jakarta Futures Exchange (JFX).

Permen No 11 Tahun 2020 Pasal 6 Ayat 7 Huruf (e)

Sedangkan pada lampiran Kepmen ESDM No 133 K/32/MEM/2020 yang keluarkan pada 2 Juli 2020 tentang HMA jenis logam timah hanya mengacu pada 1 bursa yakni Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Dalam hal ini terkesan JFX bukan menjadi bursa resmi sehingga tidak bisa menjadi acuan HMA jenis logam timah.

Teddy Marbinanda selaku praktisi pertambangan mengkritisi bahwa lampiran Kepmen No. 133 K Tahun 2020 ini harus disempurnakan karena hanya mengacu pada harga settlement price penjualan timah melalui ICDX sedangkan bursa timah bukan hanya ICDX.

Lampiran Kepmen No 133 K Tahun 2020

“Implikasi yang terjadi seakan JFX bukanlah bursa resmi sehungga tidak bisa menjadi harga acuan penjualan, sementara dalam faktanya bahwa eksportir timah aktif saat ini terdaftar sebagai anggota JFX” kata Teddy.

Teddy meminta agar Kepmen Nomor 133 K Tahun 2020 untuk segera disempurnakan. Mengingat sudah 3 Kepmen yang terbit setelah keluarnya revisi Permen Nomor 11 Tahun 2020 pada 11 April 2020 tidak juga mencantumkan settlement price JFX sebagai Harga Mineral Logam Acuan (HMA) jenis logam Timah.

Red

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close