LENSA KRIMINALNEWS

Jadi Tersangka Korupsi BPRS Muntok, Ini Peran Aktif Mantan Kabag Operasional

Lensabangkabelitung.com, Muntok – Oknum Mantan Kabag Operasional di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Cabang Muntok yang berinisial M, telah ditetapkan oleh Kejaksaan Negeri Bangka Barat sebagai tersangka baru kasus korupsi menyusul Kurnia Tiya Hanum yang sebelumnya juga sudah diamankan.

Menurut Kejari Bangka Barat, M ini berperan aktif dalam tindak pidana kasus korupsi BPRS Cabang Muntok yang telah menyebabkan kerugian keuangan negara bernilai sekitar 5 miliar tersebut.

“Peran M ini dia berperan aktif dalam membuat dua rekening penampungan setoran nelayan, yang mana dua rekening penampungan setoran nelayan tersebut dibuat atas nama salah satu PNS di Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab Babar,” jelas Kapidsus Kejari Bangka Barat, Agung Dhedi, Selasa, 21 Juli 2020.

Padahal, kata Agung, dari hasil pemeriksaan saksi salah satu PNS yang namanya dibuatkan rekening penampungan setoran nelayan tersebut, saksi tidak pernah membuat rekening tersebut.

“Dari rekening penampungan setoran nelayan tersebut, uang-uang setoran nelayan itu justru diambil dan digunakan untuk kepentingan pimpinan cabang,” tutur Agung.

Tidak hanya itu, Agung Dhedi juga mengatakan M juga berperan aktif merekayasa tandatangan dalam tindakan slip penarikan rekening setoran penampungan nelayan yang seharusnya atas nama PNS DKP Pemkab Babar itu. Semua slip penarikan itu ditandatangani oleh M.

“Selain adanya penggunaan angsuran (setoran,-red) nelayan, juga ada pembiayaan fiktif, dari 48 pembiayaan fiktif, sebagian dananya digunakan untuk menutupi dari uang yang diambil dari angsuran nelayan tadi, (yaitu,-red) dua rekening tersebut,” ungkap Agung Dhedi.

“Lagi-lagi peran M tadi, karena dia Kabag Operasional, banyak hasil dari pembiayaan fiktif tadi digunakan (diambil,-red), selain langsung (masuk) ke rekening peribadi mantan Pimcab, ada pula peran aktif dari M tadi yang memindah buku kan, begitu pembiayaan tersebut tadi cair, di antaranya (digunakan,-red) untuk membeli mobil Fortuner dan juga untuk membayar rumah milik mantan Pimcab atau tersangka pertama,” demikian Agung Dhedi.

Penulis: Sepri | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button