NEWS

Hajatan Boleh, Tapi Tetap Harus Ikuti Protokol Kesehatan Covid-19

Lensabangkabelitung.com, Sungailiat – Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung Andi Budi Prayitno menjelaskan bahwa untuk penegakan disiplin protokol kesehatan, timnya sedang menyusun ketentuan terkait dengan pelaksanaan kegiatan baik kegiatan yang aktivitas keagamaan maupun seputar pendidikan termasuk untuk pelaksanaan event hajatan pernikahan dan sejenisnya.

“Terkait dengan sanksi, kami lebih menekankan pada sanksi yang sifatnya sosial, bukan sanksi pidana. Kita ingin menimbulkan yang lebih ada pesan edukatifnya, misalnya masyarakat yang tidak menggunakan masker tidak langsung kita kena hukuman badan, kita minta yang bersangkutan untuk kembali menggunakan masker lalu kemudian datang kembali,” ungkap Andi, Sabtu, 11 Juli 2020.

Sedangkan untuk sanksi-sanksi yang lain diserahkan kepada gugus tugas kota masing-masing, apakah akan menerapkan sanksi yang sifatnya lebih ketat,seperti sanksi menyapu atau push up. “Kalau dari kita Provinsi lebih menekankan ke edukatifnya,” tambahnya.

Untuk kegiatan hajatan oleh warga, dijelaskan Andi boleh dilaksanakan, dan sudah ada ketentuannya yang disusun tinggal ditandatangani.

“Misalnya ketentuan umum pembatasan jumlah tamu, pembagian jadwal atau shift bagi tamu yang menghadiri hajatan, yang sifatnya teknis pembedaan antara pintu masuk dan keluar bagi tamu, tidak ada antrian tamu saat mengambil makanan. Kami mendorong untuk hajatan ini disediakan bukan prasmanan tetapi nasi kotak, begitu juga saat foto keluarga kita memberi imbauan hanya pada keluarga inti saja, atau tamu khusus, tidak ada sentuhan atau kontak langsung seperti samalam dan ciuman,” terangnya.

Selain itu untuk cinderamata juga diimbau agar ditiadakan, serta pemberian amplop tidak ada sentuhan sama sekali, betul-betul berusaha untuk terapkan protokol kesehatan.

Setiap masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan hajatan juga diwajibkan untuk melapor meminta ijin dulu kepada pihak terdekat seperti satgas disiplin kecamatan yang terdiri dari camat Kapolsek, Danramil, kepala puskesmas dan yang lainnya.

“Ketika nantinya ada informasi pasti petugas dari satgas dibantu lagi dengan gugus tugas akan turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan dan pemantauan, untuk mengatur jalannya hajatan, jika kondisi tidak kondusif maka akan kita bubarkan,” terang Andi Budi Prayitno.

Penulis: Vera

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close