NEWS

Cabuli Anak Tirinya Sudah Selama 4 Tahun, SA Diamankan Polres Basel

Lensabangkabelitung.com, Toboali – Entah setan apa yang merasuki SA, warga Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan. Pria 29 tahun itu, tega mencabuli anak tirinya sebut saja Bunga 14 tahun, yang masih berstatus sebagai pelajar.

SA mencabuli anak tiriya sudah selama 4 tahun, sejak tahun 2016 lalu. Ibu dari korban sempat memergoki pelaku sedang meraba-raba dada korban pada saat korban sedang tidur di rumah kejadian sekira bulan Maret tahun 2020. Aksi bejat tersangka akhirnya terbongkar setelah korban Bunga menceritakan kepada ibunya.

Kepada ibunya, korban Bunga menceritakan jika pelaku sering melakukan perbuatan cabul terhadapnya semenjak bulan Desember tahun 2016 yang telah berlangsung lebih kurang 4 tahun. Setelah itu, ibu korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bangka selatan.

Kapolres Bangka Selatan, AKBP S Ferdinand Suwarji melalui Kasat Reskrim, AKP Albert Daniel Tampubolon mengatakan, penangkapan terhadap pelaku SA pada Senin 27 Juli 2020 sekitar pukul 10.00 WIB setelah unit PPA Reskrim Basel mendapatkan laporan melalui anggota Polsek Toboali bahwa telah terjadi tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Mendapat informasi tersebut, unit PPA Reskrim Basel bersama anggota Polsek Toboali mencari informasi keberadaan pelaku, berdasarkan info yangg didapat bahwa pelaku sedang berada di rumah orang tuanya.

“Pelaku ini diamankan di kediaman orang tuanya yang berada di Kecamatan Toboali Bangka Selatan, saat dilakukan penangkapan terhadap pelaku tanpa perlawanan,” kata AKP Albert Daniel Tampubolon, Selasa 28 Juli 2020.

Dikatakan AKP Albert, pelaku terakhir kali melakukan aksinya pada Jumat tanggal 24 Juli 2020 sekira pukul 21.00 WIB, dengan cara pelaku berkesempatan pada saat korban mau menyebrang aliran air di lokasi TI, pelaku pada saat itu memegang bagian payudara korban.

“Pelaku telah berhasil diamankan dan saat ini pelaku beserta barang bukti  berupa 1 helai pakaian kemeja lengan panjang berwarna merah dibawa ke Mapolres Bangka Selatan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Atas perbuatannya, pelaku disangkakan pasal 82 ayat 1 dan ayat 2  UU RI No 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang undang No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Penulis: Rusdi | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button