NEWS

3,8 Ton Daging Beku Impor Dimusnahkan Karena Masuk Babel Tanpa Dokumen Resmi

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Sebanyak 3,8 ton daging sapi beku impor yang masuk ke Bangka Belitung tanpa dokumen resmi dimusnahkan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bangka Belitung di Halaman Instalansi karantina Hewan Pangkalpinang, Senin, 6 Juli 2020.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bangka Belitung Komisaris Besar Maladi mengatakan barang bukti daging sapi beku impor yang dimusnahkan itu merupakan hasil pengungkapan Ditreskrimsus dengan tersangka Denny Usman warga Jalan Batin Tikal Senang Hati RT 003/001 Kelurahan Sungailiat Kabupaten Bangka.

“Total barang bukti yang dimusnahkan adalah 193 koli atau total 3,8 ton. Daging beku ini tidak dilengkapi sertifikat kesehatan dari tempat pengeluaran yang ditetapkan oleh pemerintah pusat bagi produk hewan,” ujar Maladi kepada wartawan, Senin, 6 Juli 2020.

Menurut Maladi, kasus tersebut terungkap setelah anggota Ditreskrimsus mendapatkan informasi bahwa telah terjadi transaksi jual beli daging beku jenis sapi yang berasal dari luar negeri ditempat kediaman rumah Ishak Alias Ca’ok yang beralamat di Jalan Marica Kelurahan Pintu Air Kecamatan Rangkui Kota Pangkalpinang.

“Dari laporan informasi tersebut anggota Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Babel selaku tim terpadu satgas pangan melakukan pengecekan terhadap kediaman rumah Ishak Alias Ca’ok dan menemukan daging beku sapi yang berasal dari luar negeri atau Impor,” ujar dia.

Dari hasil interogasi pihak kepolisian, kata Malasi, saksi Ishak Alias Ca’ok mendapatkan daging beku sapi impor dari Australia tersebut dari Denny Usman.

“Setelah dikonfirmasi ke tersangka Denny Usman, diketahui barang tersebut didatangkan dari luar daerah yang berasal dari Jakarta. Namun yang bersangkutan tidak bisa menunjukkan surat dokumen legalitas karantina tentang jenis daging sapi beku yang didatangkan dari luar wilayah Bangka Belitung itu,” ujar dia.

Maladi menambahkan tersangka Denny dijerat pasal berlapis yakni Pasal 106 Jo Pasal 24 Ayat (1) UU RI No 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman pidana 4 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar, Pasal 88 Jo Pasal 35 ayat (1) huruf a UU RI No 21 tahun 2019 tentang Karantina, Hewan, Ikan, dan Tumbuhan 2 tahun dan denda maksimal Rp 4 miliar dan Pasal 135 dan/atau Pasal 141 UU RI No 18 Tahun 2012 tentang Pangan ancaman pidana 2 tahun dan denda maksimal Rp 4 miliar.

“Kepada masyarakat kita imbau agar lebih teliti dan memahami perbedaan daging beku dan daging segar dalam membeli daging sapi yang beredar di pasar tradisional,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close